Silahkan Baca Novel Cinta di Dalam Gelas Bab 41 Disini


Novel Cinta di Dalam Gelas bab 41 bahasa indonesia bisa kamu baca dengan gratis di situs novel ini, Novel Cinta di Dalam Gelas menceritakan tentang kisah tugas berat di pundak Ikal. Dia harus membantu Maryamah memenangkan pertandingan catur saat 17 Agustus nanti.

Kamu dapat membaca novel ini hingga selesai, Sama Seperti membaca novel di aplikasi-aplikasi novel yang tersedia sekarang ini. Tunggu apalagi mari Baca Novel Cinta di Dalam Gelask Bab 41 Bahasa Indonesia Sekarang ini. 

Pertarungan Kesumat

PUNGGUNGKU ditepuk seseorang. Aku berbalik dan terkejut, di sampingku berdiri

Mitoha.

“Boi, mengapa Overste Djemalam?”

Pertanyaan itu sangat langsung.

“Jika kalian ingin maju ke final, itu cara yang tidak praktis. Overste sangat

kuat,

Maryamah pasti kalah.”

Pendapat itu tidak salah. Namun, kalau Maryamah menang melawan Overste, ia

akan langsung meluncur ke final untuk menghadapi mantan suaminya: Matarom . Begitu

kataku dalam hati.

Masalahnya bukan itu. Menantang Matarom memang tujuan Maryamah sejak

awal, tapi mengapa ia mau menyikat dulu Overste? Padahal sangat mungkin ia sendiri

kena sikat Overste.

“Ini rupanya tak sekadar soal catur, Pak Cik?”

Mitoha tampak tak mengerti.

“Apa yang kalian inginkan sebenarnya, Boi?”

Aku tak menjawab.

Seperti Mitoha, kami pun sempat heran melihat kelakuan Maryamah.

Usai pertarungan melawan guru biologi kemarin. Maryamah kami tanyai. Mulanya

ia enggan menjawab. Setelah didesak, ia berkisah tentang pengalaman mengerikan

yang ia alami waktu kecil dulu. Ia hampir celaka karena diburu di hutan oleh sejumlah

laki-laki karena mendulang timah. Kami miris mendengarnya ketakutan diperkosa

dan dibunuh, lalu terjun ke hulu Sungai Linggang. Ia selamat karena tersangkut

di akar bakau nun di muara. Maryamah mengatakan, sejak itu ia ketakutan setiap

kali mendengar salak anjing. Sekarang kami paham

mengapa ia meminta wasit agar mengusir anjing-anjing menyalak di dekat warung kopi,

waktu

Cinta Di Dalam Gelas Upload By Ferdinand AndreaHirata

ia bertanding melawan Syamsuri Abidin dulu. Beberapa hari setelah kejadian ia

diburu itu, Maryamah melihat orang-orang yang memburunya sedang minum kopi di

Warung Kopi Bunga Serodja bersama seorang pria yang menyuruh mereka. Pria itu adalah

Overste Djemalam.

Djemalam adalah mantan pejabat tinggi maskapai timah bagian ukur. Dulu

Belanda memberinya pangkat Overste. Jadilah ia Overste Djemalam. Ia menguasai lahan

tambang yang luas dan menyewa orang untuk menjaga lahannya. Ia telah menjadi

semacam tuan tanah sekaligus rentenir. Ia menyewakan lahan dengan harga tinggi

kepada para pendulang miskin.

Paman rupanya telah tahu sepak terjang Overste, karena itu ia mendukung

rencana

Maryamah melibas

Overste.

Overste senang. Dari lawan-lawan yang ia hadapi, Maryamah adalah yang

terlemah. Ia merasa jalannya akan makin mulus menuju final.

“Kali ini Maryamah akan khatam, keberuntungannya habis, tamat kalimat!” ejeknya.

Persiapan melawan Overste menjadi sangat emosional bagi Maryamah

karena persoalan pribadi terlibat di dalamnya. Ia lebih tekun dari biasanya. Detektif

M. Nur dan Preman Cebol tak kesulitan mendapatkan diagram permainan Overste

sebab lelaki itu amat gemar pamer kebolehan di warung-warung kopi. Detektif dan

Preman bekerja sangat telaten karena mereka ingin melihat Maryamah membekuk

Overste Djemalam yang kurang ajar itu. Pertandingan itu dianggap kubu kami sebagai

sesuatu yang pribadi.

Overste Djemalam telah membuat kami marah. Sekuat apa pun ia, ia harus

diberi pelajaran. Kalaupun Maryamah harus kalah, ia akan kalah setelah bertempur

habis -habisan. Kami melihat keputusan Maryamah untuk menghadang Overste adalah

sebuah keputusan yang benar. Ini tak lagi soal catur, tapi martabat.

Diagram-diagram Overste kukirimkan pada Nochka. Berkatalah Grand Master,

“Pecatur ini sudah berpengalaman. Langkah-langkah menterinya sangat berbahaya.”

Menurut Detektif M. Nur, selain sebagai tuan tanah, Overste juga fungsionaris

sebuah partai, maka ia berkarakter politisi: oportunistis, terobsesi pada

kekuasaan, provokatif, intimidatif, kompromistis, dan cepat menaksir situasi untuk

menimbang aliansi.

Pendapat Nochka:

“Ia membangun sistem serangan yang bagus, dan pandai mengintai kelemahan

lawan

untuk menyerang.”

Dalam bahasa Detektif M. Nur: oportunistis.

“Serangannya adalah kombinasi perwira-perwira utamanya.”

Detektif M. Nur mengistilahinya: terobsesi pada kekuasaan.

“Kebiasaannya mengumbar menteri dan benteng itu jangan dicemaskan. Itu hanya

untuk gertak-gertak

saja.”

Kapan hari Detektif M. Nur menyebutnya: provokatif dan intimidatif.

“Maryamah harus menyusun pertahanan khasnya. Menyerang dengan kombinasi

kuda dan luncus. Jika terancam dengan serius, lawan ini tak punya mentalitas untuk

menyerang balik. Ia pasti menawarkan remis.”

Berdasarkan istilah Detektif M. Nur: kompromistis.

Grand Master Ninochka Stronovsky dan Detektif M. Nur: klop.

Saat pertandingan tiba, sekondan Overste mendominasi gedung pertandingan. Hiruk

pikuk menjagokan mantan petinggi maskapai itu. Selamot, Detektif M. Nur, dan

Preman tampak tegang. Giok Nio tak tenang. Solidaritasnya untuk Maryamah

menempatkannya pada posisi dongkol pada Overste. Maryamah melangkah dan

menunjukkan sikap yang dingin. Ia tak menunduk pada lawannya seperti selalu ia

lakukan. Pertempuran penuh kesumat ini pasti akan berdarah-darah.

Maryamah membuka dengan gambit menteri. Aku tahu, jika ia membuka

dengan gambit menteri, perasaannya sedang tak enak. Overste bersikap

menantang dengan pembukaan Inggris.

Penonton yang tidak mengetahui hikayat kedua pecatur dan bagaimana nasib

telah menggiring seorang pemburu dan buruannya ke atas papan catur

mengharapkan sebuah pertandingan dengan menggunakan otak tingkat tinggi, damai,

dan imbang. Namun, mereka seta-merta terkejut melihat pendobrakan yang

dilakukan Maryamah pada langkah-langkah mula.

Overste mulai celingak-celinguk, mengintip-intip untuk melihat celah menusuk

raja Maryamah. Maryamah sama sekali tak terpengaruh akan sikap oportunistis

murahan itu. Ia menekuri papan catur. Aku tahu hatinya membara. Overste mulai

berada di atas angin. Ia mengangkat luncus dan mengentakkannya dengan keras

sembari memekik,

“STIR!”

Provokatif.

“Tak perlu kau hentakan buah catur itu dan tak perlu kau berteriak. Ini

kejuaraan resmi, Pak Cik! Bukan main catur di pinggir jalan!” bentak juri. Penilai

pertandingan mencatat

pelanggaran itu. Sekali lagi begitu, Overste bisa kena kurangi

poinnya.

Dalam Gelas Upload By Ferdinand AndreaHirata

Menteri Maryamah menghindar. Kuda Overste melenggang ke belakang. Kasat

mata tujuannya, yaitu atret untuk mendapat momentum untuk menyerbu. Ia memasang

kombinasi serangan dua ekor kuda dan kuda-kuda itu menjelma menjadi belasan ekor

anjing pemburu babi hutan yang dilepaskannya untuk memburu seorang gadis kecil.

Perwira Maryamah kocar-kacir dan rajanya menjelma menjadi dirinya sendiri

yang berlari pontang-panting menyelamatkan diri. Pendukung Overste bersorak

melihat Overste melakukan sekak dan stir bertubi-tubi. Maryamah ketakutan karena

telinganya dipenuhi suara salak anjing. Sekak stir dari Overste bak anak-anak

panah yang berdesing di dekatnya. Pasangan bentengnya bersatu dengan batalion

penyerbu lalu berubah menjadi lelaki-lelaki kejam yang ingin memerkosa dan

membunuhnya. Pion-pion Overste menjadi gulma tajam yang menyayatnya saat ia

terabas untuk melarikan diri.

Overste menunjukkan kualitas sebagai pecatur kelas atas, finalis dua tahun

berturut- turut. Pendukungnya gegap gempita melihatnya mulai memainkan menteri,

senjata mautnya. Pendukung Maryamah membisu. Paman bersedih. Ia ingin membela

Maryamah, tapi tak ada yang dapat ia lakukan. Maryamah terpojok di tepi papan dan

tak bisa lagi melarikan diri kecuali menerjunkan diri ke hulu Sungai Linggang.

Menteri Overste yang memimpin lelaki-lelaki yang ganas dan anjing

pemburu babi hutan kian dekat padanya. Maryamah telah berada di pinggir tebing

yang curam. Namun, pada detik itu ia memutuskan untuk melawan. Tak seperti ketika ia

masih kecil dulu, kali ini ia takkan melompat ke sungai, kali ini ia menolak untuk

ditakut-takuti. Ia berbalik dan menghunus parang di pinggangnya.

Diangkatnya benteng selatan untuk menyusun pertahanan.

Menteri Overste tinggal selangkah untuk menghabisi raja Maryamah.

Perempuan itu menggabungkan benteng utara dengan saudara kembarnya di

selatan demi membarikade rajanya. Menteri Overste sampai pada titik tembaknya dan

langsung menyekak. Benteng utara serta-merta memblok sekak itu. Ajaib, posisi baru

benteng utara, bukan hanya siap menyambar kuda Overste---andaikata kuda itu berani

hijrah ke posisi yang diniatkan sang tuan tanah sebagai rencana B atas sekak yang

gagal barusan---namun nyata di depan mata, benteng utara telah pula membuka jalan

bebas hambatan bagi benteng selatan untuk menghantam secara diagonal keempat

penjuru angin. Dan, nun di arah pukul tiga lebih lima menit timur laut sana, berdiri

raja Overste, hanya dilindungi sebutir pion. Gemetar.

Pendukung Maryamah melonjak melihat teknik benteng bersusun tingkat

adiluhung yang diperlihatkan perempuan pendulang timah itu. Sebaliknya,

pendukung Overste terbelalak. Orang-orang yang selama ini selalu menganggap

Maryamah melaju karena berjumpa dengan pecatur kelas tiga, seperti kena siram

dengan kopi panas mukanya.

Di situ, ya, di situ tuan tanah jahat yang selalu sesumbar masuk final itu, yang berasal

dari partai politik yang juga bergelimang kejahatan itu, jelas sedang terancam.

Overste panik. Hanya dalam waktu yang sangat singkat, momentum meluncur

dari pundaknya ke pundak Maryamah, dan perempuan itu mengamuk sejadi-jadinya.

Berulang kali ia mengangkat wajah. Jika tak dihalangi selendang penjaga syariat,

tatapannya pasti menghunjam sebuah wajah yang telah terbenam di dalam benaknya

sejak ia berusia 14 tahun, sejak pertama kali dilihatnya di Warung Kopi Bunga Serodja.

Overste terpojok. Maryamah tak mengurangi intensitas serangan. Perwiranya

dapat dikatakan berperilaku membabi buta. Menterinya menjelma menjadi pedang

menetak lelaki- lelaki ganas yang tadi menyerangnya. Anjing-anjing pemburu babi

hutan semburat ketakutan. Pertandingan berubah menjadi dramatis karena buah catur

Overste hampir habis.

Aku tak tahu apa yang ada dalam pikiran Overste dan tak paham teknik apa

yang diterapkan Maryamah. Namun, tampak di situ papan catur telah berubah serupa

pembantaian di Padang Karbala. Dari seorang perempuan pendulang timah tak

berijazah, Maryamah berubah menjadi seorang pecatur adiluhung. Dari pemangsa,

Overste berubah menjadi dimangsa.

Akhirnya raja Overste berdiri sendiri karena semua pengawalnya telah

berpulang kepada Tuhan. Wajah Overste sulit dijelaskan. Satu wajah yang malu, ego

yang terluka parah, wibawa yang rontok, gamang, dan terkejut, bercampur dengan

harapan yang patah mangkas tak dapat disambung lagi. Semua itu tak dapat

ditopenginya, gagal. Dari seorang lelaki garang yang serakah, ia berubah menjadi

lelaki yang sangat canggung. Maryamah menjentikkan kudanya. Seekor kuda

sembrani bernapas api. Sekali terjang, raja Overste terjengkang.

Pada papan kedua, tak berlangsung lama, Overste Djemalam langsung

berada di bawah angin. Semua anggapan dirinya tentang dirinya sendiri, yang ternyata

dibuktikan salah oleh seorang perempuan, telah melumpuhkan mental tarungnya.

Disertai satu senyum yang getir, dengan konyol dan putus asa, ia menawarkan remis.

Sikap Overste itu telah diduga Grand Master Ninochka Stronovsky. Sebagai

bagian dari analisis spionasenya, yang menemukan bahwa Overste bermental politis,

Detektif swasta M. Nur pun telah mengantisipasi sikap kompromistis itu. Kubu

kami tentu saja menampik tawaran tanpa alasan yang dapat

dipertanggungjawabkan itu. Maryamah mengangkat menterinya, agak sedikit

tinggi, lalu mengentakkan di depan raja Overste. Raja itu tewas di tempat.

Sekondan Maryamah bersorak girang. Maryamah bangkit dan berlalu

meninggalkan

Overste yang terpaku dengan wajah kaku. Lunas sudah kesumat itu.

Novel Cinta di Dalam Gelask Bab 41 Bahasa Indonesia Ini Telah Selesai.

Bagaimana alur cerita dari novel Cinta di Dalam Gelas Bab 41 ini, Menarik bukan? Teruslah ikuti bagaimana perkembangan alur cerita di setiap Bab novel di situs kami, Dan selalu gratis untuk kamu semua. 

Kamu juga dapat membagikan link novel ini kepada kerabat atau teman kamu.

Untuk membaca Novel Cinta di Dalam Gelas bab selanjutnya, Mari ikuti arahan Bab yang ada di bawah ini. Jika ingin membaca novel dengan judul yang berbeda, Kamu dapat mendownload dan menginstal aplikasi novel yang sedang trend saat ini. seperti Wattpad, Webread dan yang lainnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Silahkan Baca Novel Cinta di Dalam Gelas Bab 27 Disini

Silahkan Baca Novel Cinta di Dalam Gelas Bab 9 Disini

Silahkan Baca Novel Cinta di Dalam Gelas Bab 33 Disini