Silahkan Baca Novel Cinta di Dalam Gelas Bab 9 Disini
Novel Cinta di Dalam Gelas bab 9 bahasa indonesia bisa kamu baca dengan gratis di situs novel ini, Novel Cinta di Dalam Gelas menceritakan tentang kisah tugas berat di pundak Ikal. Dia harus membantu Maryamah memenangkan pertandingan catur saat 17 Agustus nanti.
Kamu dapat membaca novel ini hingga selesai, Sama Seperti membaca novel di aplikasi-aplikasi novel yang tersedia sekarang ini. Tunggu apalagi mari Baca Novel Cinta di Dalam Gelask Bab 9 Bahasa Indonesia Sekarang ini.
Presiden
KOPI pahit para player diaduk 36 putaran, merek Kera Siluman, begitulah kopi
Selamot. Setelah hirupan pertama, senyumnya tersimpul-simpul dan seluruh elemen
dirinya---polos, humoris, dan bersahabat---berpadu menjadi satu. Dengan watak
semacam itu, Selamot tersohor di pasar dan segera berkawan dengan banyak orang,
terutama para perempuan yang merasa dirinya telah dipunggungi nasib. Secara
rahasia mereka membuat semacam kongsi. Stanplat pasar ikan setelah tutup, sore nan
senyap, menjadi tempat mereka bertemu.
Selamot tak pernah segan menghapus air mata kawannya dengan lengan
bajunya yang bau ayam. Dalam diri Selamot, mereka menemukan penghiburan
meski sering mereka menangis sambil tersenyum, terisak sambil tersedak, mendengar
nasihat Selamot yang kerap hanya digerakkan oleh keinginan yang besar untuk
meringankan beban orang lain, bukan oleh pertimbangan yang pintar. Lagi pula,
wanita mana pun yang berada di dekat Selamot akan percaya diri. Lantaran dari sisi
sebelah mana pun, mereka pasti merasa berpenampilan lebih baik darinya. Tak seorang
pun akan merasa tersaingi oleh orang Bitun yang buta huruf dan tidak cantik itu.
Sore itu aku berjumpa dengan Maryamah dan Selamot di kios Giok Nio. Miris
kami mendengar Maryamah berkisah tentang nasibnya. Benar pendapat orang-orang
tua Melayu, bahwa di dunia ini tak ada masalah sepelik soal rumah tangga. Kasihan
dia, sungguh berat cobaan hidupnya. Nada bicaranya jelas mengesankan bahwa
Matarom dan catur telah menjadi biang keladi kesusahannya. Namun, ia memang
perempuan yang istimewa.
“Kalau aku susah,” katanya dengan sorot mata yang lucu, "cukuplah
kutangisi semalam. Semalam suntuk. Esoknya, aku tak mau lagi menangis. Aku
bangun dan tegak kembali!”
Luar biasa. Selamot mengangguk-angguk. Obrolan kami sesekali terhenti
karena kerasnya tawa orang-orang yang tengah bermain catur di warung kopi di
seberang kios Giok Nio. Maryamah memandangi orang-orang itu, lalu muncullah ide
yang ajaib itu.
“Boi, katamu kau punya kawan yang lihai main catur?”
Cinta Di Dalam Gelas Upload By Ferdinand AndreaHirata
Aku teringat sahabatku Grand Master Ninochka Stronovsky yang dulu
mengajariku main catur untuk melawan Zinar, dan aku kalah secara tragis.
“Bisakah kawanmu itu
mengajariku?” “Maksud kakak?”
“Aku mau belajar main catur. Aku mau bertanding 17 Agustus nanti. Aku mau
menantang Matarom.”
Kami terperangah.
“Ya, aku mau melawan mereka,” katanya lagi sambil menunjuk pria-pria yang
terbahak-bahak mengelilingi papan catur itu. Ia mengucapkannya dengan ringan,
seolah mengatakan ingin memompa ban sepedanya yang kempes, sementara kami
macam disambar petir.
“Haiya, rumah tangga gulung tikar, bikin ni gila, ya, Mah? Ni pikir main catur
macam
main halma?” berbunyi Giok Nio.
“Aku akan belajar. Pasti bisa.”
“Mustahil. Catur itu mainan otak. Mainan orang pintar, orang kantoran. Lagi
pula, mana pernah perempuan main catur di kampung ini?”
“Pasti bisa, menambang timah saja dia bisa,” Selamot membela Maryamah.
“Mot, mana bisa kausamakan main catur dengan menambang timah? Satu pakai
akal, satunya lagi pakai tenaga lembu!”
“Lantar bagaimana mengajarinya? Kawanmu ada di Eropa sana, kita di kampung ini?”
Selamot membela Maryamah lagi.
“Jangan risau, Nya. Sekarang ada alat yang bisa bercakap-cakap dengan orang
yang jauh. Namanya enternet. Alat itu sudah ada di Tanjong Pandan. Bukan begitu, Boi?”
“Tetap tak mungkin. Ketua panitia pertandingan tahun ini Modin. Dia itu orang
Islam yang keras. Mendengar perempuan main catur saja dia pasti tak setuju,
apalagi mau melawan laki-laki.”
Pendapat itu benar. Jika orang-orang Islam ini telah terbagi menjadi
berbagai golongan, maka Modin yang bertugas menikahkan orang gitu termasuk
dalam golongan keras. Namun, Maryamah menunjukkan wajah serius. Aku tahu,
pendirian perempuan itu sangat teguh. Itu takkan mundur begitu saja. Selamot
menepuk-nepuk pundaknya. Sambil memandang kesal pada pria-pria di warung sebelah
sana yang makin keras saja tawanya. Kami sepakat merahasiakan rencana yang sensitif
itu.
Novel Cinta di Dalam Gelask Bab 9 Bahasa Indonesia Ini Telah Selesai.
Bagaimana alur cerita dari novel Cinta di Dalam Gelas Bab 9 ini, Menarik bukan? Teruslah ikuti bagaimana perkembangan alur cerita di setiap Bab novel di situs kami, Dan selalu gratis untuk kamu semua.
Kamu juga dapat membagikan link novel ini kepada kerabat atau teman kamu.
Untuk membaca Novel Cinta di Dalam Gelas bab selanjutnya, Mari ikuti arahan Bab yang ada di bawah ini. Jika ingin membaca novel dengan judul yang berbeda, Kamu dapat mendownload dan menginstal aplikasi novel yang sedang trend saat ini. seperti Wattpad, Webread dan yang lainnya.
Komentar
Posting Komentar