Silahkan Baca Novel Cinta di Dalam Gelas Bab 27 Disini
Novel Cinta di Dalam Gelas bab 27 bahasa indonesia bisa kamu baca dengan gratis di situs novel ini, Novel Cinta di Dalam Gelas menceritakan tentang kisah tugas berat di pundak Ikal. Dia harus membantu Maryamah memenangkan pertandingan catur saat 17 Agustus nanti.
Kamu dapat membaca novel ini hingga selesai, Sama Seperti membaca novel di aplikasi-aplikasi novel yang tersedia sekarang ini. Tunggu apalagi mari Baca Novel Cinta di Dalam Gelask Bab 27 Bahasa Indonesia Sekarang ini.
Karma Sang Juru Taksir
MAS Mugi Kempot adalah orang Jawa yang telah lama tinggal di kampung kami. Ia
seorang juru potret. Ia menemukan profesinya itu melalui perjalanan dan pengalaman
spiritual yang panjang. Dulu ia merantau sebagai seorang transmigran, lalu ia
berjualan bulu ayam, lalu ia berjualan kandang ayan, akhirnya ia menjadi tukang
potret, terutama untuk acara perkawinan. Ialah lawan kedua Maryamah.
“Mas Mugi Kempot lebih mengutamakan keindahan, bukan kemenangan, nges, nges,”
kata Detektif M. Nur. Namun, sekali lagi, pendapatnya sama dengan pendapat Grand
Master.
“Orang ini tidak punya pola pertahanan dan serangan yang baik. Buah-buah
caturnya
tersusun secara aneh.”
Pertandingan digelar. Benar saja, Mas Mugi Kempot sibuk mengatur buah
catur, bukan untuk menyerang, tapi biar serasi tampaknya. Ia mementingkan komposisi.
Buah catur ia konfigurasikan seperti akan ia potret. Kuda yang lebih pendek di
depan luncus yang ramping dan tinggi untuk tujuan framing karena ia ingin buah-buah
caturnya bercerita di dalam gambar. Lalu ia memasang kuda sebagai titik fokus tanpa
menyadari kepala rajanya telah terpenggal. Mendapati rajanya menemui ajal, Mas
Mugi Kempot malah tersenyum. Ia membuka tasnya dan mengeluarkan kamera.
Dipotretnya posisi terakhir rajanya saat meregang nyawa.
Lawan Maryamah berikutnya adalah Maksum. Selamot dan Maryamah kenal baik
dengan lelaki yang pernah kaya mendadak, kemudian miskin secara mendadak pula itu.
Dialah juru taksir timah yang sering mencurangi Maryamah waktu ia berumur 14
tahun dan baru mulai mendulang timah dulu. Tak terbilang banyaknya kejadian
Maksum menaksir rendah timah hasil dulangan Maryamah dengan tujuan agar dapat
mengurangi harganya. Maryamah yang masih kecil dan lugu tak paham segala cara
orang menaksir timah. Ia hanya perlu uang untuk
membeli
beras.
Cinta Di Dalam Gelas Upload By Ferdinand AndreaHirata
Sebelum pertandingan dimulai, udara permusuhan yang aneh merebak di
warung kopi. Itu tak lain karma yang ditiupkan malaikat. Selamot mendekati
Maryamah.
“Beri dia kekalahan yang pahit. Kak!”
Sejak awal Maryamah langsung menyerbu. Maksum kesulitan bernapas. Papan
catur melemparkan perempuan itu ke masa lalu yang getir. Gerakan bidaknya
membayar setiap keculasan Maksum.
Pada langkah ke-18, Maryamah mengubah catur tak ubahnya permainan ular
tangga. Ia berhasil mem-fait accompli luncus. Maksum untuk naik ke koordinat c6. Jika
tidak, raja si juru taksir bisa langsung almarhum. Sebaliknya, di dekat c6 itu, menteri
Maryamah menganga bak ular boa.
Kehilangan luncus itu membuat Maksum seumpama mengantarkan kepala
rajanya sendiri di atas nampan kepada Maryamah, dan sebelum hal itu terjadi ia
mengambil tindakan bijak yang menyakitkan hati sekaligus pengecut, yakni
mengibarkan bendera putih untuk keluar dari turnamen. Dikalahkan perempuan,
masih merupakan kenyataan yang tak tertanggungkan bagi sebagian besar lelaki.
Meskipun telah menang tiga kali, Maryamah belum mendapat cukup respek di antara
pecatur pria. Alasannya adalah Maryamah kebetulan mendapat lawan-lawan yang
lemah. Sampai sejauh ini, ia masih dianggap sebagai penggembira saja. Berbeda
dengan tanggapan masyarakat. Kehadiran Maryamah pada turnamen meletupkan
gairah mereka akan catur. Jika perempuan itu bertanding, orang berbondong-bondong
ingin melihatnya beraksi.
Lawan ke-4 Maryamah, seperti tertulis di papan pengumuman: Syamsuri A.
adalah petinggi Pemda di bagian keuangan. Detektif M. Nur memberi ulasannya:
“Syamsuri adalah pecatur yang teliti karena ia seorang akuntan. Kau tahu, Boi,
selisih satu rupiah pun, dicarinya sampai subuh! Ia memiliki ketelitian tukang reparasi
arloji!”
Grand Master bersabda:
“Pertandingan ini membosankan karena lawan Maryamah terlalu
berhati-hati. Gunakan variasi Tartakower. Serang saja dia secepatnya. Biar ia kalang
kabut.”
Ia mengirim diagram Tartakower untuk dipelajari Maryamah dan Alvin. Selain
itu, ia mengenalkan strategi Guioco Piano. Namun, untuk soal Guioco Piano itu,
Grand Master berpesan benar bahwa strategi itu sekadar untuk pengetahuan dan
berjaga-jaga saja. Sebab, strategi itu amat rumit dan jika tak pandai menerapkannya
justru akan menjadi kelemahan.
Hari pertandingan tiba. Juri meletakkan papan nama pecatur di atas meja tanding
dan aku langsung terbelalak. Di papan tertulis Syamsuri Abidin vs Maryamah. Orang
yang diselidiki Detektif M .Nur dan Preman Cebol selama ini adalah Syamsuri Arba i!
Syamsuri Abidin bukanlah pejabat Pemda, ia tak lain begundal di Pelabuhan Olivir.
Tak perlu tamat SD untuk memahami bahwa operasi belalang sembah telah
menarget orang yang keliru. Detektif M .Nur yang berkulit gelap, wajahnya
berubah menjadi biru. Preman Cebol di sampingnya seakan menyusut tinggal 60
sentimeter saja.
Akibatnya fatal. Maryamah yang mengantisipasi Syamsuri Arba i akan bermain
telaten, sesuai analisis Nochka, langsung kelabakan diserbu Syamsuri Abidin.
Maryamah bingung. Perwiranya kocar-kacir diterabas orang yang dalam pikirannya
masih Syamsuri Arba i. taktiknya sudah benar, hanya keliru musuh. Ia mengalami
disorientasi strategi. Nasihat Tartakower dari Grand Master Ninochka yang canggih
menjadi tak berguna. Sebaliknya, permainan Syamsuri Abidin benar-benar
mencerminkan wataknya sebagai jagoan pelabuhan yang berangasan.
Dalam waktu singkat, Maryamah berada di bawah angin. Keadaan menjadi
semakin tak menentu karena ia meminta pada juri untuk mengusir anjing-anjing
pasar yang salak- menyalak di dekat warung. Setiap mendengar salak anjing
Maryamah ketakutan. Wasit menganggap permintaan itu tidak relevan, hanya karena
dia stres akan kalah.
Penonton bingung. Mereka mengharapkan penampilan ciamik Maryamah
seperti ia melibas Aziz di papan ketiga dua hari lalu. Sebuah pertandingan yang masih
selalu dibicarakan orang di warung-warung kopi. Kenyataannya, Maryamah tampak
sangat amatir dan malah meributkan soal anjing pasar. Syamsuri Abidin
mengeksekusi raja Maryamah tanpa belas kasihan.
Para pendukung kami terdiam. Matarom mengembuskan asap cangklongnya.
Tebal bergelung-gelung. Mitoha menohok sambil terkekeh-kekeh.
“itulah catur yang sebenarnya, Boi! Kalian pikir main catur macam main ular
tangga!
Rasakan itu!”
Paman mengambil posisi seperti orang habis melemparkan bola bowling sambil
berkata:
“Oh, alangkah puas hatiku.”
Pertandingan papan kedua dimulai. Syamsuri Abidin yang makin percaya diri jadi
makin beringas. Ia tenggelam dalam euforia nafsu membunuh. Dalam waktu
singkat ia berhasil
membabat habis seluruh perwira Maryamah. Yang tertinggal hanya sang raja dan 8 butir
pion.
Para penonton mencibir Maryamah agar mengalah saja. Buat apa
menghabiskan waktu, toh tak ada lagi kekuatan untuk menghadapi perwiraperwira Syamsuri Abidin. Maryamah tak menanggapinya. Ia tak punya mentalitas
menyerah. Ia memutuskan untuk terus melawan. Apa pun yang akan terjadi.
Syamsuri Abidin menyerbu dengan kekuatan penuh. Jumlah pasukan
Maryamah sangat kecil. Ia tak gentar sedikit pun karena baginya ia adalah panglima
Perang Badar, yang memimpin 313 tentara muslim, gagah berani menggempur ribuan
tentara Quraisy. Salah satu dari delapan patriotnya gugur, namun Maryamah terus
mengibarkan bendera perang. Tujuh pionnya yang tersisa menjelma menjadi tujuh
samurai: Kambei Shimada, Katsushirô, Kyûzô, Gorôbei, Shichirôji, Heihachi, Kikuchiyo.
Ketujuh samurai berjibaku secara kesatria walau kekuatan tak berimbang.
Shichirôji tewas. Sisa enam pasukan Maryamah menjelma menjadi The Braveheart---
William Wallace--- dan lima pembebas Skotlandia sampai William Wallace mangkat.
Lima warrior Skotlandia yang tersisa langsung berubah menjadi Power Rangers.
Mereka berperang tak kenal takut. Menteri Syamsuri Abidin yang keji menghabisi
Ranger Pink. Penonton berulang kali mengejek Maryamah agar meletakkan
pedangnya di tanah, namun perempuan itu bertekad untuk membela kehormatannya
sampai titik dara penghabisan.
Empat pion terakhir Maryamah mengubah diri menjadi Kura-Kura Ninja.
Pertempuran sengit meletus sampai kura-kura Donatello mengembuskan napas yang
terakhir. Tiga prajurit tersisa dengan cepat menjelma menjadi The Three Musketeers.
Dalam sebuah penyergapan, D Artagnan, salah satu dari Musketeers menjadi almarhum
lantaran dibunuh luncus Syamsuri Abidin.
Akhirnya pasukan Maryamah tinggal dua, yaitu si Buta dari Gua Hantu dan
monyet pembimbingnya. Monyet yang pintar dan setia, yang pandai membayar
minuman air legen pada pemilik warung jika Si Buta dari Gua Hantu haus.
Kekuatan Syamsuri Abidin makin besar sebab lawan semakin sedikit. Si Buta
dari Gua Hantu dihabisi pula oleh menteri yang durjana itu. Tega sekali.
Tinggallah si kunyuk sendirian, gemetar.
Menteri pencabut nyawa Syamsuri Abidin semula tampak tak berminat pada
nyawa si kunyuk yang terpojok nun jauh di koordinat h4 sebelah utara. Namun,
tetap saja ia menjagalnya. Menteri itu membunuh sekadar untuk kesenangan.
Raja Maryamah tak sampai hati melihat si kunyuk meregang nyawa. Para
penonton berseru-seru agar Maryamah menyerah sebab yang ia miliki tinggal sang
raja sebatang kara. Namun, sekali lagi, Maryamah telah mengalami banyak hal di
dunia ini, dan segala hal itu, tidak termasuk menyerah. Menyerah adalah pantangan
terbesar hidupnya. Menyerah adalah kehinaan yang besar bagi perempuan itu. Dan
baginya, catur tak sekadar permainan, tapi medan laga di mana ia mempertaruhkan
martabatnya.
Syamsuri Abidin mengerahkan seluruh tentaranya untuk mengepung raja
Maryamah dari segala penjuru. Maryamah tak mundur setapak pun. Ia
melangkahkan rajanya, bukan untuk menyelamatkan diri, melainkan untuk
menyongsong tentara Syamsuri Abidin. Sang raja melakukan perlawanan terakhir.
Sendirian. Sekujur tubuhnya tertusuk pedang. Ia jatuh berdebam. Ia gugur sebagai
patriot.
Pendukung Syamsuri Abidin bertepuk tangan untuk jagoannya Pendukung
Maryamah yang tadi diam bertepuk tangan untuk Maryamah, demi menghormati
jiwa tempurnya yang tak kenal takut. Setelah beberapa lama, sungguh aneh, dimulai
oleh Paman, para pendukung Syamsuri Abidin berdiri dari tempat duduk dan
bertepuk tangan untuk Maryamah. Tepuk tangan tak berhenti mengiringi langkah
perempuan yang gagah berani itu meninggalkan arena. Semua orang bertepuk
tangan untuk Maryamah. Aku tercengang menyaksikan apa yang terjadi. Syamsuri
Abidin memang telah unggul atas Maryamah, namun wajah setiap orang menyiratkan
kesan bahwa dia tak sedikit pun mampu menaklukkan
perempuan itu.
Tuhan suka ang
Novel Cinta di Dalam Gelask Bab 27 Bahasa Indonesia Ini Telah Selesai.
Bagaimana alur cerita dari novel Cinta di Dalam Gelas Bab 27 ini, Menarik bukan? Teruslah ikuti bagaimana perkembangan alur cerita di setiap Bab novel di situs kami, Dan selalu gratis untuk kamu semua.
Kamu juga dapat membagikan link novel ini kepada kerabat atau teman kamu.
Untuk membaca Novel Cinta di Dalam Gelas bab selanjutnya, Mari ikuti arahan Bab yang ada di bawah ini. Jika ingin membaca novel dengan judul yang berbeda, Kamu dapat mendownload dan menginstal aplikasi novel yang sedang trend saat ini. seperti Wattpad, Webread dan yang lainnya.
Komentar
Posting Komentar