Silahkan Baca Novel Cinta di Dalam Gelas Bab 40 Disini


Novel Cinta di Dalam Gelas bab 40 bahasa indonesia bisa kamu baca dengan gratis di situs novel ini, Novel Cinta di Dalam Gelas menceritakan tentang kisah tugas berat di pundak Ikal. Dia harus membantu Maryamah memenangkan pertandingan catur saat 17 Agustus nanti.

Kamu dapat membaca novel ini hingga selesai, Sama Seperti membaca novel di aplikasi-aplikasi novel yang tersedia sekarang ini. Tunggu apalagi mari Baca Novel Cinta di Dalam Gelask Bab 40 Bahasa Indonesia Sekarang ini. 

Orang Melayu Tulen

SETELAH Midah mengungkapkan isi hatinya, sisa hari kembali berlangsung

dengan tenteram, baik-baik saja, dan membosankan. Esoknya waktu mau berangkat

kerja, aku malas sekali karena aku tahu Paman masih belum akan kembali. Sampai

di warung, Midah, Hasanah, Rustam tampak seperti orang kurang darah. Kami

mengharapkan Paman cepat pulang.

Kami merindukan omelan paginya yang meledak-ledak soal kebersihan, cara

kami berpakaian, dan harga-harga yang melambung tinggi. Hal itu kami anggap

breakfast yang penuh daya pikat.

Kami merindukan hinaan menjelang siangnya. Soal betapa kami adalah

makhluk- makhluk gagal yang menyedihkan. Bagi kami semacam brunch---yakni

makan-makan kecil karena lapar-lapar sedikit sekitar pukul sembilan sampai pukul

sepuluh pagi.

Sore hari, kami rindu pada omelannya pada pemerintah dan kebanggaannya

yang berlebih-lebihan atas status pensiunnya selaku operator telepon sampai maskapai

timah putus nyawanya.

“Paling tidak tujuh ratus sambungan telepon saban hari,” katanya sambil

mengangguk- angguk dan tersenyum sedikit.

“Adakalanya kepala produksi minta disambungkan ke Jakarta. Jakarta! Kalian

dengarlah itu? Jakarta, Boi!” hardiknya; “Untuk bicara dengan menteri agama.”

Aku tak tahu apakah Paman hanya membual dalam hal ini karena sulit

kulihat hubungan antara produksi timah dan menteri agama. Omelan sore ini sering

ditutup dengan hidangan penjelasan panjang---dan telah ratusan kali---tentang

kehebatan teknologi telepon analog made in Germany.

Menjelang malam kami rindu pada bermacam-macam cerita Paman tentang

hikayat

Nabi Muhammad, lalu kami merasa sangat sayang pada kejujuran dan kelembutannya

kalau ia

Cinta Di Dalam Gelas Upload By Ferdinand AndreaHirata

sedang tidak marah. Semua itu adalah protokol hariannya yang lambat-laun berubah

menjadi seni bekerja dengannya.

Kami telah bekerja pada Paman sekian lama---yang kami dapatkan adalah training

yang militan, disiplin, dan kecintaan pada profesi. Kami telah datang padanya untuk

mengadu--- yang kami dapatkan adalah orang yang siap membela kebenaran dengan

risiko apa pun. Kami telah mendengar pendapatnya tentang pemerintah---yang kami

dapatkan adalah kejujuran yang brutal. Kami telah datang padanya untuk

berkawan---yang kami dapatkan adalah emasnya persahabatan.

Terbongkar sudah misteri yang telah lama kucari kuncinya, tentang mengapa

Midah, Hasanah, dan Rustam betah bekerja dengan Paman. Mereka tak pernah mau

bekerja di warung kopi mana pun walau diimingi apa pun. Daya pikat warung kopi

Paman ternyata terletak pada diri Paman sendiri. Hati lelaki itu, jauh lebih besar dari

pensiunnya.

Paman adalah orang Melayu lama jenis asli. Ia prototype orang Melayu tulen. Di

dunia yang ingar bingar penuh huru-hara, Paman adalah sebuah kemurnian. Ia seperti

Bang Zaitun pimpinan orkes Melayu Pasar Ikan Belok Kiri. Sudah susah mencari

orang Melayu seperti mereka. Orang Melayu dewasa ini tak lagi berpantun. Mereka

terobsesi pada gengsi, politik, kekuasaan, citra terpelajar yang palsu dan penuh basabasi yang melelahkan. Basa-basi yang mereka tiru dari televisi.

Hari ketiga itu berlalu dengan hampa. Kami bekerja malas-malasan. Suasana

tenteram dan damai ini sungguh tak menyenangkan. Ini palsu, ini bukan kami, ini

bukan warung kami. Kami yang dulu ingin agar Paman tak segera kembali, kini

malah berharap angin selatan teduh, sehingga Paman cepat pulang.

Midah mengambil sikap sedikit dramatis. Ia menitipkan pesan pada seorang

nelayan yang sore itu tambat di dermaga membawa kopra, dan akan kembali ke Pulau

Sekunyit, bahwa Paman harus cepat pulang sebab warung kopi kisruh, banyak

pelanggan marah-marah.

Menjelang siang esoknya, brunch time, kami terkejut mendengar teriakan

dari pekarangan warung.

“Midooot!”

Kami menghambur ke beranda, dan berdirilah di sana lelaki fenomenal itu

memegangi selangkangnya. Kami takut, tapi senang.

“Baru kuberi amanah sepele saja, keadaan sudah trabel! Kacau balau!”

Pernah kukatakan padamu, Kawan, Midah adalah deputy. Jika Paman tak ada,

dialah PJS (Pejabat Sementara).

“Apa susahnya mengurus soal remeh begini? Monyet saja diajari sedikit, bisa menjadi

pelayan warung kopi!”

Paman yang selama 3 hari mendengar debur ombak makin keras suaranya.

Midot gemetar, namun tampak berusaha keras menyembunyikan senyumnya. Kami

semburat kembali ke pekerjaan yang sempak kami tinggalkan tadi, dan tiba-tiba kami

merasa sangat bergairah.

Novel Cinta di Dalam Gelask Bab 40 Bahasa Indonesia Ini Telah Selesai.

Bagaimana alur cerita dari novel Cinta di Dalam Gelas Bab 40 ini, Menarik bukan? Teruslah ikuti bagaimana perkembangan alur cerita di setiap Bab novel di situs kami, Dan selalu gratis untuk kamu semua. 

Kamu juga dapat membagikan link novel ini kepada kerabat atau teman kamu.

Untuk membaca Novel Cinta di Dalam Gelas bab selanjutnya, Mari ikuti arahan Bab yang ada di bawah ini. Jika ingin membaca novel dengan judul yang berbeda, Kamu dapat mendownload dan menginstal aplikasi novel yang sedang trend saat ini. seperti Wattpad, Webread dan yang lainnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Silahkan Baca Novel Cinta di Dalam Gelas Bab 27 Disini

Silahkan Baca Novel Cinta di Dalam Gelas Bab 9 Disini

Silahkan Baca Novel Cinta di Dalam Gelas Bab 33 Disini