Silahkan Baca Novel Cinta di Dalam Gelas Bab 34 Disini


Novel Cinta di Dalam Gelas bab 34 bahasa indonesia bisa kamu baca dengan gratis di situs novel ini, Novel Cinta di Dalam Gelas menceritakan tentang kisah tugas berat di pundak Ikal. Dia harus membantu Maryamah memenangkan pertandingan catur saat 17 Agustus nanti.

Kamu dapat membaca novel ini hingga selesai, Sama Seperti membaca novel di aplikasi-aplikasi novel yang tersedia sekarang ini. Tunggu apalagi mari Baca Novel Cinta di Dalam Gelask Bab 34 Bahasa Indonesia Sekarang ini.

Paling Tidak Aku Telah Melihatnya

AJAIBNYA kopi, ia rupanya tak hanya dapat berubah rasa berdasarkan tempat,

seperti dialami Mustahaq Davison dengan istrinya dulu, namun dapat pula berubah rasa

berdasarkan suasana hati. Sejak Maksum digulung oleh Maryamah dalam

pertandingan yang berdarah- darah itu, dia selalu merasa kopinya pahit. Meski tak

sedikit pun kukurangi gula dari takaran biasa untuknya. Dua sendok teh. Waktu ia

bertanding dan menang lagi, mulutnya berkicau.

“Nah, ini baru pas, Boi!”

Padahal, takaran gulanya tetap dua sendok teh.

Partai demi partai berlangsung. Para pecatur bergelimpangan. Lawan

keenam Maryamah adalah seorang lelaki dari suku orang bersarung yang bernama

Tarub. Berkata Detektif M. Nur,

“Hidupnya di perahu. Pekerjaannya membawa kopra dari Tanjong Kelumpang

ke

Bagan Siapi-api. Tak ada informasi lebih jauh. Ia hanya buang sauh sekalisekali.”

Kami tak mendapatkan diagram permainan Tarub. Tapi kami tak cemas sebab

orang bersarung tak suka catur dan tak ada yang pintar main catur. Bahkan ,

sebagian dari mereka menganggap catur adalah permainan iblis.

Seperti biasa, Selamot mendampingi Maryamah menuju arena. Wajahnya

semringah. Ia tersenyum pada siapa saja dan sibuk meladeni wawancara Mahmud.

Tiba-tiba, di tengah wawancara, wajahnya mendadak pias, tubuhnya gemetar. Ia

bergegas meninggalkan warung sambil berpesan padaku agar Maryamah memberi

kekalahan yang tidak kejam pada lawannya itu. Kami heran melihat tingkahnya.

Usai pertandingan kami mengunjungi Selamot. Perempuan yang lugu itu

sedang duduk melamun. Ia bersandar pada tiang stanplat pasar ikan sambil

memandangi aliran Sungai Linggang. Kami tanyakan apa yang telah terjadi. Ia

enggan menjawab. Giok Nio membujuk-bujuknya. Akhirnya, Selamot berkata dengan

lirih bahwa lawan Maryamah tadi,

Tarub, adalah suami yang meninggalkannya di Bitun bertahun-tahun yang silam.

Kejadian itu

Cinta Di Dalam Gelas Upload By Ferdinand AndreaHirata

kemudian menyebabkan ia lari ke kampung kami. Selamot menunduk dan tak

bisa membedung air matanya. Itulah untuk kali pertama kulihat Selamot menangis.

Tampak jelas ia masih sangat menyayangi Tarub meski telah diperlakukan dengan

sangat buruk oleh lelaki itu.

“Janganlah risau, Kawan,” bujuk Maryamah.

“Tadi Tarub kalah dengan terhormat.”

Selamot berusaha tersenyum. Ia mengatakan bahwa ia selalu menerima

keadaan dirinya apa adanya, namun sekarang ia menyesali tak bisa membaca. Jika

dilihat dari nomor peserta yang masih belasan, Tarub termasuk pendaftar awal. Maka,

sebenarnya namanya telah berbulan-bulan tertera di papan tulis pendaftaran di

warung kopi. Hal itu tak sedikit pun disadari Selamot karena ia tak pandai membaca.

Ia bahkan pernah berdiri tak lebih dari dua langkah dekat papan nama itu ketika kami

mendaftakan Maryamah dulu.

“Kalau aku tahu,” katanya sambil tersenyum getir.

“Setidaknya kau akan berbaju lebih baik.”

Giok Nio menarik napas panjang mendengarnya.

“Tapi biarlah, paling tidak aku telah melihatnya.”

Sore itu Selamot memutuskan pulang ke Bitun yang telah berpuluh

tahun ia tinggalkan. Ia sering mengatakan bahwa ia selalu berdoa agar dapat melihat

suaminya, meski hanya sekali, sebelum ia mati. Doanya terkabul dan ia berdamai dengan

masa lalu.

Selamot berjanji akan kembali untuk menyaksikan pertandingan

Maryamah berikutnya.

“Aku ini manajermu, Kak, takkan kutinggalkan kau, apa pun yang terjadi!”

Kami tak dapat menahan perasaan sedih melihat perempuan lugu setengah baya

itu beringsut-ingsut di atas sadel sepeda, terseok-seok pulang ke kampungnya. Giok Nio

berulang kali mengusap air matanya

Novel Cinta di Dalam Gelask Bab 34 Bahasa Indonesia Ini Telah Selesai.

Bagaimana alur cerita dari novel Cinta di Dalam Gelas Bab 34 ini, Menarik bukan? Teruslah ikuti bagaimana perkembangan alur cerita di setiap Bab novel di situs kami, Dan selalu gratis untuk kamu semua. 

Kamu juga dapat membagikan link novel ini kepada kerabat atau teman kamu.

Untuk membaca Novel Cinta di Dalam Gelas bab selanjutnya, Mari ikuti arahan Bab yang ada di bawah ini. Jika ingin membaca novel dengan judul yang berbeda, Kamu dapat mendownload dan menginstal aplikasi novel yang sedang trend saat ini. seperti Wattpad, Webread dan yang lainnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Silahkan Baca Novel Cinta di Dalam Gelas Bab 27 Disini

Silahkan Baca Novel Cinta di Dalam Gelas Bab 9 Disini

Silahkan Baca Novel Cinta di Dalam Gelas Bab 33 Disini