Silahkan Baca Novel Cinta di Dalam Gelas Bab 44 Disini


Novel Cinta di Dalam Gelas bab 44 bahasa indonesia bisa kamu baca dengan gratis di situs novel ini, Novel Cinta di Dalam Gelas menceritakan tentang kisah tugas berat di pundak Ikal. Dia harus membantu Maryamah memenangkan pertandingan catur saat 17 Agustus nanti.

Kamu dapat membaca novel ini hingga selesai, Sama Seperti membaca novel di aplikasi-aplikasi novel yang tersedia sekarang ini. Tunggu apalagi mari Baca Novel Cinta di Dalam Gelask Bab 44 Bahasa Indonesia Sekarang ini. 

Maryamah Tak Suka Kejutan

AKU tak memberi tahu siapa pun soal kejadian di Pasar Pagi. Pengkhianatan Aziz ia

nyatakan sendiri dengan tak lagi muncul di kantor Detektif M. Nur. Ia raib tak tahu

rimbanya. Aku makin yakin ketika berjumpa lagi dengan Mitoha. Tanpa tedeng alingaling ia mendesak.

“Kaubawa ke mana diagram-diagram itu, Boi? Apa itu operasi belalang sembah?”

Aku kaget dan tentu saja tak menjawab. Mitoha kesal tapi maklum, bahwa apa

yang kami lakukan tidaklah menelikung aturan. Menyelidiki kemampuan lawan

merupakan suatu tindakan profesional dan keniscayaan yang mestinya dilakukan setiap

pecatur.

Terang benderang semuanya, Mitoha-lah yang telah mengirim orang

untuk membuntuti dan merampas tasku. Aku tak berniat memprotesnya aku hanya

gamang, tapi juga kagum akan skenario persekongkolannya. Sesungguhnya tempo

hari Aziz sengaja dibuatnya kalah secara pahit dan seolah diperlakukan secara tidak

adil oleh klub Di Timoer Matahari, dengan tujuan sebenarnya agar dapat disusupkan ke

klub kami. Sebuah intrik kelas tinggi yang licik. Mengerikan sekali akibat yang bisa

ditimbulkan oleh lima gelas kopi. Aziz berhasil membongkar operasi belalang sembah.

Mata-mata yang dimata-matai. Itulah yang telah terjadi pada Detektif M. Nur. Dalam

situasi perang dingin ia mengalami suatu keadaan yang disebut sebagai kontraspionase.

Lelaki kontet itu gemas bukan buatan.

Aku tengah melamun di ambang jendela waktu Jose Rizal hinggap di kawat

jemuran. Kudekati ia dan aku heran melihat gulungan kertas di kedua kakinya,

biasanya hanya di kaki kanannya. Kubuka gulungan kertas di kaki kanannya.

Mendapatkan Ikal, kawanku.

Sudilah kiranya memaafkan kesalahanku atas kejadian Aziz Tarmizi. Memang tak tahu

adat sekali orang itu.

Ttd,

M. Nur, yang menyesal.

Cinta Di Dalam Gelas Upload By Ferdinand AndreaHirata

Lalu, pesan apakah di kaki kiri Jose Rizal itu? Aku berdebar -debar. Kubuka

gulungan pesan itu.

Mendapatkan Ikal, kawan majikanku.

Sudilah kiranya memaafkan kesalahanku atas kejadian Aziz Tarmizi. Memang tak tahu

adat sekali orang itu.

Ttd,

Jose Rizal, yang menyesal.

Oh, rupanya Detektif M. Nur telah membuat permintaan maaf pula atas nama

Jose

Rizal. Kedua surat kubalas lewat suatu pesan untuk dua permintaan.

Mendapatkan M. Nur dan Jose

Rizal. Usahlah dirisaukan soal itu.

Ttd,

Ikal, yang pemaaf.

“Dari seluruh diagram yang pernah kau kirim kepadaku, lawan ini yang terbaik,” kata Nochka

mengomentari diagram Matarom.

“Terus terang, Kawan, harap jangan tersinggung, terkejut juga aku mendapat diagram

semacam ini dari kampungmu. Ternyata ada pecatur hebat di sana.” Ia sisipkan

emotion--- wajah tersenyum dengan lidah melet.

“Orang ini menyerang dan bertahan sama bagusnya. Teknik pembelaannya lengkap.

Teknik pembebasannya efektif. Sejujurnya, secara teknis ia jauh di atas Maryamah.”

Tubuhku meriang

“Biasanya, ada celah lemah paling 3 langkah jika seorang pecatur

mengubah strateginya. Ini disebut kelemahan momentum. Orang ini sudah

profesional, ia mampu mengatasi masalah akibat perubahan momentum strategi itu.

Gayanya mirip Grand Master Ludek Pachman.”

Mulutku rasanya pahit. Dengan lemas kutanyakan apa yang harus

dilakukan

Maryamah.

“Harapan terletak pada kekuatan sistem bertahan benteng bersusun yang telah ia

kembangkan sendiri itu.”

Belum pernah sebelumnya Grand Master memberi ulasan sepanjang itu.

Cinta Di Dalam Gelas Upload By Ferdinand AndreaHirata

private-ebook.blogspot.com

“Sulit bagiku memberi nasihat teknis untuk menghadapi lawan sekuat finalis ini.

Semuanya tergantung pada naluri

Maryamah.”

Dalam perjalanan pulang dari Tanjong Pandan, di dalam bus yang sepi aku melamun.

Aku menengok ke belakang dan teringat akan perjalananku dulu,

ketika pertama kali menghubungi Nochka untuk menanyakan apakah ia bersedia

mengajari Maryamah main catur. Aneh sekali semuanya telah berlangsung. Beberapa

bulan yang lalu, Maryamah masih tak tahu apa-apa, sekarang bakatnya diakui oleh

seorang grand master, bahwa ia bermain seperti Anatoly Karpov. Betapa ajaib

perempuan itu. Betapa kuat tekadnya. Terpampang di depanku kini, akibat yang

dahsyat dari orang yang tak pernah gamang untuk belajar dari orang yang berani

menantang ketidakmungkinan.

Lalu, aku terpana mendapati dunia yang baru kukenal: catur. Telah kulihat

bagaimana pecatur menjadi jenderal, menjadi ahli strategi, raja-diraja, budak, atau

terpaksa mengambil keputusan tanpa pilihan. Tak ada permainan lain seperti catur,

di mana kemenangan dan kekalahan dapat di tawar. Tak ada permainan lain yang

dengan secangkir kopi tampak seperti bertunangan. Spirit catur melanda kaum ningrat

hingga jelata, hitam dan putih sama saja.

Bagiku catur kadang kala mirip persamaan matematika. Ada semacam

konstanta a, yakni nilai tak bergerak, semacam gradien yang mempengaruhi arah

pertandingan. Konstanta itu adalah pengetahuan tentang kemampuan lawan. Catur

tak sekedar permainan raja palsu dan tentara-tentara yang terbuat dari kayu, namun

mengandung perlambang kekuasaan dan alat untuk menghina. Adapula yang hal yang

unik semacam Guioco Piano.

Sebuah cerita yang samar sumbernya mengatakan bahwa teknik pembukaan

yang dapat dikembangkan menjadi serangan maut itu ditemukan oleh pecatur Sicillia

pada awal abad ke-15. Guioco Piano berarti permainan yang tenang. Namun,

akibatnya tak seteduh namanya. Penemunya konon terinspirasi pembunuhan yang

dilakukan sebuah geng keluarga di Sicillia. Seperti kata Nochka, referensi yang

kutemukan menyebut teknik Guioco Piano sangat sulit dikuasai. Jika tak pandai

menerapkannya ia akan menjadi semacam senjata back fire. Ditembakkan namun peluru

melesat ke belakang, makan tuan.

“Guioco Piano sangat berbahaya,” pesan Nochka dulu pada Maryamah.

Barangkali ibarat ilmu silat, Guioco Piano adalah jurus pamungkas sakti

mandraguna yang memerlukan tumbal yang besar untuk menguasainya.

private-ebook.blogspot.com

Lalu adakalanya kulihat buah catur sebagai orang yang tersandera, politisi,

seniman, komedian, dan spekulan. Di atas papan persegi empat itu telah

kusaksikan orang mempertaruhkan martabat dan membakar kesumat. Bagi orangorang tertentu, Maryamah dan Selamot misalnya, yang selama hidupnya selalu kalah,

papan catur bak pusat putaran nasib. Di papan catur Selamot berjumpa lagi dengan

Tarub dan Maryamah bertemu lagi dengan Maksum, Go Kim Pho, Overste Djemalam,

dan Matarom, orang-orang yang dengan kebaikan dan keburukannya telah membentuk

ia seperti adanya. Di papan catur, Selamot dan Maryamah mendapati kerinduan

menemukan penawarnya, utang budi menemukan terima kasihnya, ketidakadilan

menemukan timbangannya. Di papan catur, kedua perempuan yang kalah itu

menemukan kemenangan demi kemenangan.

Lamunan yang panjang membuatku tak sadar bahwa bus reyot yang kutumpangi

telah memasuki gerbang kampung. Di sebuah jalanan yang sepi aku minta berhenti.

Aku berjalan melalui padang yang terhampar di sebelah kanan dan gulma yang lebat

di sebelah kiri. Di ujung jalan setapak yang panjang itu tampak olehku sebuah

rumah berdinding kulit kayu lelak dan beratap daun nanga.

Sunyi senyap. Maryamah yang hidup sendiri setelah ibunya meninggal

sedang menyapu pekarangan waktu aku tiba. Kami duduk di beranda.

Kusampaikan padanya diagram-diagram catur instruksi dari Nochka untuk

menghadapi Matarom, dan kusampaikan pula ucapan selamat dari sang Grand Master

atas keberhasilannya masuk final. Juga kukatakan bahwa akan ada kejutan, seorang

sahabat yang jauh akan datang untuk menyaksikan pertandingan final itu.

Maryamah senang, namun ia mendesakku untuk memberi tahu siapa orang

itu. Katanya, ia tak suka kejutan. Ia mendadak diam dan memandangi sebuah

sepeda yang tersandar di sudut ruang tengah rumah. Lalu ia berkisah padaku

tentang hadiah kejutan ayahnya untuk ibunya dulu, pada hari ayahnya meninggal. Ia

menatapku.

“Aku ingin memenangkan pertandingan final itu, Boi,” suaranya berat. Ia tampak tak

sabar ingin mengakhiri perjalanan epiknya dari seorang pecatur yang dipandang

sebelah mata ke puncak kejuaraan.

“Aku harus menang.”

Aku pulang dari rumah Maryamah dengan lamunan yang makin panjang. Orang

yang tak mengenal Maryamah secara mendalam takkan dapat memahami alasan dan

langkah yang ia ambil untuk menegakkan harga dirinya. Melalui Maryamah, aku

belajar menaruh hormat pada orang yang menegakkan martabatnya dengan cara

membuktikan dirinya sendiri, bukan dengan membangun pikiran negatif tentang

orang lain. Lalu aku berpikir, seumpama catur, hidup sedikit banyak bak reaksi atas

pilihan sulit yang silih berganti mem-fait accompli manusia, dan alasan selalu lebih mudah

dilupakan ketimbang akibat.

Selanjutnya, kulalui hari demi hari dengan dada bergemuruh menunggu

pertandingan final. Kadang kala terasa cepat, dan kadang kala rasanya amat lambat.

Keduanya bermuara pada siksaan. Malam sebelum pertandingan sama sekali tak dapat

tidur. Jose Rizal hinggap di beranda rumahku.

Boi, apa pun yang akan terjadi besok, bagiku Maryamah sudah menang.

Membayangkan Maryamah menjadi juara membuatku ingin menangis. Terima kasih telah

mengajakku dan Jose Rizal dalam petualangan yang luar biasa ini.

Sahabatmu

selalu

M. Nur dan Jose

Rizal

Novel Cinta di Dalam Gelask Bab 44 Bahasa Indonesia Ini Telah Selesai.

Bagaimana alur cerita dari novel Cinta di Dalam Gelas Bab 44 ini, Menarik bukan? Teruslah ikuti bagaimana perkembangan alur cerita di setiap Bab novel di situs kami, Dan selalu gratis untuk kamu semua. 

Kamu juga dapat membagikan link novel ini kepada kerabat atau teman kamu.

Untuk membaca Novel Cinta di Dalam Gelas bab selanjutnya, Mari ikuti arahan Bab yang ada di bawah ini. Jika ingin membaca novel dengan judul yang berbeda, Kamu dapat mendownload dan menginstal aplikasi novel yang sedang trend saat ini. seperti Wattpad, Webread dan yang lainnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Silahkan Baca Novel Cinta di Dalam Gelas Bab 27 Disini

Silahkan Baca Novel Cinta di Dalam Gelas Bab 9 Disini

Silahkan Baca Novel Cinta di Dalam Gelas Bab 33 Disini