Silahkan Baca Novel Cinta di Dalam Gelas Bab 4 Disini


Novel Cinta di Dalam Gelas bab 4 bahasa indonesia bisa kamu baca dengan gratis di situs novel ini, Novel Cinta di Dalam Gelas menceritakan tentang kisah tugas berat di pundak Ikal. Dia harus membantu Maryamah memenangkan pertandingan catur saat 17 Agustus nanti.

Kamu dapat membaca novel ini hingga selesai, Sama Seperti membaca novel di aplikasi-aplikasi novel yang tersedia sekarang ini. Tunggu apalagi mari Baca Novel Cinta di Dalam Gelask Bab 4 Bahasa Indonesia Sekarang ini. 

Rezim Matarom

WAKTU berlalu, Enong tak menunjukkan tanda-tanda akan menikah. Akhirnya,

adiknya Lana dan si bungsu Ulma juga dengan terpaksa mendahuluinya. Ketiga

adik Enong meninggalkan rumah, mengikuti suami masing-masing. Tinggallah

Syalimah dan Enong, serta rumah mereka yang sepi.

Enong tetap bekerja sebagai pendulang timah. Namun, ia tak lagi satusatunya perempuan. Sekarang dengan mudah dapat ditemukan perempuan di

ladang tambang. Enonglah yang memulai semua itu. Enong masih pula setia saling

berkirim surat dengan sahabat penanya selama bertahun-tahun, Minarni. Minatnya

pada bahasa Inggris tak lekang- lekang. Ia bahkan meningkatkan kelas kursusnya dan

tetap naik bus dua kali seminggu untuk kursus di Tanjong Pandan, tak pernah

membolos.

Beberapa waktu kemudian, Syalimah jatuh sakit. Dokter berkata, ia sakit karena

lanjut usia. Tabib berkata, ia sakit karena sudah tua. Selama ibunya sakit, Enong

sering mendapati ibunya memandanginya dengan sedih. Enong tahu apa yang ingin

dikatakan ibunya, namun tak sanggup terkatakan. Ia ingin melapangkan hati

ibunya sementara masih ada waktu. Karena itu, ia menerima pinangan seorang lelaki

bernama Matarom. Suatu keputusan yang kemudian akan disesalinya.

Tak seperti perkawinan ibu dan ketiga adiknya, Enong tidak beruntung.

Kelakuan buruk suaminya telah tampak sejak awal perkawinan, namun ia bertahan.

Seburuk apa pun ia diperlakukan, ia menganggap dirinya telah mengambil keputusan

dan dia ingin menjaga perasaan ibunya. Namun, pertahanan Enong berakhir

ketika suatu hari datang seorang perempuan yang mengaku sebagai istri Matarom.

Perempuan itu dalam keadaan hamil. Ia tidak datang dengan marah-marah karena

tahu apa yang telah terjadi bukan kesalahan Enong. Enong meminta maaf dan

mengatakan bahwa sepanjang hidupnya ia tak pernah mengenal lelaki dan tak tahu

banyak tentang Matarom. Enong mengakhiri perkawinannya secara menyedihkan. Ia

minta diceraikan.

Sering Enong melamun. Sesungguhnya ia tak sepenuhnya tak mengenal

lelaki. Ia pernah mengenal seseorang, Ilham namanya, pada satu masa yang sangat

lampau ketika ia

Cinta Di Dalam Gelas Upload By Ferdinand AndreaHirata

baru kelas enam SD. Ilham gemar pelajaran bahasa Inggris seperti dirinya. Enong

selalu senang berada di dekatnya, senang dengan cara yang tak mampu ia jelaskan.

Semula aku hanya mengenal Matarom dari reputasinya---sebagai seorang pecatur

yang tangguh dan hal-hal yang berhubungan dengan perempuan. Tak pernah kulihat

macam apa rupanya. Namun, dengarlah namanya itu: Matarom. Bukankah

menimbulkan perasaan segan?

Reputasi Matarom merupakan kombinasi ketenaran dan kesemenamenaannya memanfaatkan nama besar untuk melestarikan hobinya sebagai lelaki

hidung belang. Ia bergabung dengan klub catur legendaris Di Timoer Matahari yang

dipimpin Mitoha.

Sudah dua kali berturut-turut Matarom meraup piala catur kejuaraan 17

Agustus. Sekarang ia bersiap-siap menggondol piala untuk ketiga kalinya. Jika itu

terjadi, ia akan meraih piala abadi. Kepala kampung bisa kalah pamor darinya.

Karena lelaki Melayu gemar berlama-lama di warung kopi, dan yang mereka

lakukan di sana selain minum kopi dan menjelek-jelekkan pemerintah adalah catur,

maka kejuaraan catur 17 Agustus amat digemari dan tinggi gengsinya di kampung

kami, tak kalah dari sepak bola. Kejuaraan itu memberi kehormatan pada juaranya

sekaligus hadiah yang besar, yaitu piala setinggi anak berusia 11 tahun, selembar

piagam yang ditandatangani Pak Camat, kipas angin, bola voli, setengah lusin

pinggan, perlengkapan salat, radio transistor 2 band, batu baterai, dan bibit kelapa

hibrida.

Matarom sangat kondang karena Rezim Matarom, begitu golongan pecatur

warung kopi menamai teknik serangan catur ciptaannya sendiri yang kejam tiada

ampun. Konon ia menciptakannya dengan meniru taktik perang tentara Nazi

lightning attack atau serangan halilintar. Nazi menerkam Polandia secara sangat tibatiba waktu negeri itu belum bangun tidur.

Selain itu, ia kondang karena papan catur peraknya yang melegenda, yang

telah menjadi perlambang kehebatannya. Papan catur dan buah-buahnya terbuat dari

perak. Ia pesan khusus dari seorang empu pengrajin perak di Melidang. Papan catur

perak itu adalah medan tempurnya dan ia tak pernah kalah di medan tempurnya

sendiri. Bentuk kudanya benar-benar seperti kuda. Raja bermahkota megah. Menteri

dibuat berbentuk manusia yang gagah bak jenderal Dinasti Tang. Luncus seperti

sepasang bidadari dari kayangan. Pion-pion disepuh serupa prajurit terakota.

Orang-orang Melayu yang tak pernah mengenyam pendidikan percaya bahwa

ilmu hitam telah mengambil bagian dalam urusan papan catur perak itu. Konon

Matarom takkan pernah bisa dikalahkan jika berlaga dengan papan catur perak itu dan

memegang buah hitam. Desas-desusnya, sang empu dari Melidang telah meniupkan

sukma raja berekor, yakni raja kanibal yang menguasai Belitong purba, melalui ubunubun raja hitam itu. Menterinya diisi sang empu dengan nyawa Kwan Peng, Panglima

Perang Ho Pho yang amat kejam, yang telah menetak leher ratusan kerabatnya dalam

perang saudara memperebutkan ladang timah. Pion- pionnya disurupi sang empu nan

sakti mandraguna dengan arwah-arwah gentayangan bajak laut Laut China Selatan.

Hari ini, untuk pertama kalinya kulihat Matarom. Pembawaannya memang

pongah. Tubuhnya tinggi besar. Ia membentuk cambangnya macam gagang kayu pistol

revolver model lama isi lima peluru. Kemejanya ketat, berwarna ungu terong mengilapngilap. Sebuah fashion statement tipikal playboy cap belacan.

Matarom memesan kopi pahit. Dari koper yang dirancang khusus, ia

mengeluarkan papan catur peraknya, bukan untuk bercatur, melainkan untuk

mengelap perwira-perwira caturnya. Sesekali ia menjilat ujung jarinya untuk

menggosok pinggang sang luncus. L uncus dapatlah disebut semacam perwira wanita

di papan catur. Ia duduk di sana, di selatan. Aku duduk di sini, di utara. Bulan masih

Juli, musim masih selatan, maka aku berada di bawah angin. Jika angin bertiup,

tercium olehku bau perangai buruknya. Ia mengembuskan asap

dari cangklong tanduk menjangan gunungnya, bergelung-gelung di langit-langit

warung kopi.

Novel Cinta di Dalam Gelask Bab 4 Bahasa Indonesia Ini Telah Selesai.

Bagaimana alur cerita dari novel Cinta di Dalam Gelas Bab 4 ini, Menarik bukan? Teruslah ikuti bagaimana perkembangan alur cerita di setiap Bab novel di situs kami, Dan selalu gratis untuk kamu semua. 

Kamu juga dapat membagikan link novel ini kepada kerabat atau teman kamu.

Untuk membaca Novel Cinta di Dalam Gelas bab selanjutnya, Mari ikuti arahan Bab yang ada di bawah ini. Jika ingin membaca novel dengan judul yang berbeda, Kamu dapat mendownload dan menginstal aplikasi novel yang sedang trend saat ini. seperti Wattpad, Webread dan yang lainnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Silahkan Baca Novel Cinta di Dalam Gelas Bab 27 Disini

Silahkan Baca Novel Cinta di Dalam Gelas Bab 9 Disini

Silahkan Baca Novel Cinta di Dalam Gelas Bab 33 Disini