Silahkan Baca Novel Cinta di Dalam Gelas Bab 23 Disini
Novel Cinta di Dalam Gelas bab 23 bahasa indonesia bisa kamu baca dengan gratis di situs novel ini, Novel Cinta di Dalam Gelas menceritakan tentang kisah tugas berat di pundak Ikal. Dia harus membantu Maryamah memenangkan pertandingan catur saat 17 Agustus nanti.
Kamu dapat membaca novel ini hingga selesai, Sama Seperti membaca novel di aplikasi-aplikasi novel yang tersedia sekarang ini. Tunggu apalagi mari Baca Novel Cinta di Dalam Gelask Bab 23 Bahasa Indonesia Sekarang ini.
Buku Besar Peminum Kopi
ORANG Melayu, meskipun tidak modern, paham benar kopi sebagai social drink. Maka,
bagi kami, jika ada orang yang minum kopi untuk mengatasi rasa haus, ijazahnya harus
diterawang di bawah sinar matahari. Besar kemungkinan ia telah menggelapkan
wesel dari ibunya. Dikirimi duit untuk kuliah tapi dipakainya untuk berleha-leha saja
Kopi mengatasi rasa haus dalam bentuk yang lain. Haus ingin bicara, haus
ingin mendengar, dan ingin didengar. Karena itu, orang Melayu menyeduh kopi selalu
dengan air mendidih. Adakalanya, air itu masih bergolak di dalam gelas, persis
seperti tadi meluap di dalam panci. Tujuannya agar obrolan menjadi lama. Lantaran
diperlukan waktu yang tak sebentar sampai kopi itu mencapai tingkat hangat yang
wajar untuk diminum. Pernah seorang Belanda yang tak paham hal itu bertandang ke
rumah seorang Melayu. Dihidangkan kopi, di seruput saja. Lidahnya melepuh. Ia
melolong-lolong: hot hot hot hot hot. Konon ia sampai dilarikan ke rumah sakit.
Saat menunggu untuk minum kopi, secara teknis hal itu dapat dikatakan dengan
cara seperti in: saat kopi yang mendidih tadi perlahan-lahan menjadi hangat, adalah saat
kesusahan yang mendidih dibagi di antara mereka. Kesusahan itu lalu larut dalam
setiap hirupan kopi yang menghangatkan hati, dan hidup menjadi lebih
tertanggungkan.
Di warung kopi kesusahan tadi dibagi pada orang yang lebih banyak sehingga
makin terasa ringan. Beragam kisah telah kudengar di warung kopi dan aku makin
tertarik dengan hipotesis-hipotesisku sendiri.
Catatan pengalamanku di dalam Buku Besar Peminum Kopi semakin
menggairahkan. Seiring dengan makin dalamnya penelitianku tentang tabiat orang,
semakin aku menganggap buku itu bernilai. Mimpiku untuk buku itu tak kalah dengan
mimpi Detektif untuk burung merpatinya. Buku itu kuanggap semacam topografi
tabiat orang Melayu. Semacam cetak biru sosiologi mereka. Semacam cultural DNA yang
memetakan watak masyarakat kami. Sehingga, jika sebuah meteor menghantam
kampung kami dan orang Melayu punah seperti dulu meteor
telah memunahkan dinosaurus, kuharap bukuku itu selamat dan dari buku itu
generasi
Cinta Di Dalam Gelas Upload By Ferdinand AndreaHirata
mendatang dapat men-clone, menciptakan lagi masyarakat Melayu seperti adanya
sekarang di kampungku. Hebat luar biasa, menjadi seorang pemimpi sungguh tak
terperikan hebatnya.
Namun, mimpi itu hanya akan terwujud jika aku paham ilmu budaya. Maka,
kubuka lagi buku-buku lamaku waktu kuliah dulu. Kubuka lembar -lembar teori
Doktor Hofstede, ilmuwan Belanda yang ciamik itu. Ketika membacanya, rasanya
ada topi lucu dengan tali berjuntai-juntai di depan wajah, mirip kopiah pengantin
Melayu.
Aku semakin bersemangat karena rupanya aku telah diajar oleh seorang
profesor yang bermutu tinggi, dan aku telah membuat makalah-makalah yang
mendapat nilai cukup memuaskan. Lalu, aku berpikir keras bagaimana memodifikasi
model-model ciptaan Doktor Hofstede untuk membedah watak orang Melayu udik.
Sebuah tantangan sains yang dahsyat.
Ternyata hasil dari modifikasi yang canggih itu sangat mengejutkan, yaitu
kutemukan kesimpulan yang sangat ilmiah bahwa mereka yang memesan kopi sekaligus
memesan teh--- adalah mereka yang baru gajian. Mereka yang memesan kopi, tapi takuttakut menyentuhnya-
--uang di sakunya tinggal seribu lima ratus perak. Mereka yang tak menyentuh gelas
kopi, tapi menyentuh tangan gadis pelayan warung---pemain organ tunggal. Mereka
yang minum dari gelas kosong, seolah-olah ada kopi di dalamnya---sakit gila nomor
27. Mereka yang tidak
minum kopi, tapi makan gelasnya---kuda
lumping.
Mereka yang mau ke warung kopi, tapi gengsi---bupati. Mereka yang
memandangi orang minum kopi---ajudan bupati. Mereka yang membuka warung kopi,
tapi tidak laku--- mantan bupati. Mereka yang tidak membelikan polisi kopi---bukan
kawan polisi. Tentara yang datang ke warung kopi---dapat izin menginap dari
komandan. Mereka yang senang kopi yang
dingin---tak punya bulu hidung.
Mereka yang minum kopi dengan sedotan---bukan pacar biduan. Mereka yang
menjual kopi dengan harga lebih dari sepuluh ribu rupiah---pemuja setan. Anak yang
disuruh ibunya
membeli kopi, tapi pulang membawa terasi---waktu kecil pernah kena sawan.
private-ebook.blogspot.com
Mereka yang mencuri gelas milik warung kopi---pernah bersalaman dengan
presiden. Mereka yang mengembalikan lagi gelas yang dicuri itu ke warung kopi---
bodoh sekali. Mereka yang minum kopi merek ayam beranak---tidak ada karena
tidak ada kopi merek ayam beranak. Mereka yang minum lima gelas kopi---peragu.
Mereka yang minum tujuh gelas kopi-
--pemalu. Mereka yang berpura-pura suka kopi---penerbit buku. Mereka yang minum
kopi,
tapi tidak habis---penerjemah novel ke dalam bahasa Inggris.
Lelaki (30), bujangan, yang minum kopi sambil tersenyum simpul---bujang
lapuk karena sengaja. Lelaki (30), bujangan, yang minum kopi dengan waswas---bujang
lapuk karena tak laku-laku. Mereka yang minum kopi dan uangnya dapat berubah
menjadi daun---hantu. Mereka yang minum kopi sambil marah-marah---rokoknya
terbalik. Mereka yang minum kopi
sambil menyingsingkan lengan baju---baru membeli arloji.
Mereka yang minum kopi sebelum main pingpong---kembung. Mereka yang
minum kopi setelah main pingpong---kalah. Mereka yang minum kopi sambil waspada--
-memelihara istri muda. Mereka yang minum kopi sambil gembira---dipelihara istri
muda. Mereka yang
minum kopi habis sekali teguk---memelihara tuyul.
Perempuan yang minum kopi bersama perempuan---banyak utang. Perempuan
yang minum kopi bersama orang-orang dari partai bergambar benda-benda langit---
bayar sendiri- sendiri. Mereka yang bisa minum kopi sambil menulis---juling.
Mereka yang minum kopi tengah malam Jumat Kliwon---sudah bisa membaca sejak
berumur 11 bulan. Mereka yang minum obat cacing dengan kopi---tak bisa membaca.
Mereka yang suka ngebut naik motor di depan warung kopi---tidak bisa bahasa
Mandarin. Mereka yang minum kopi waktu magrib--- PSSI vs Argentina, PSSI 5,
Argentina 0. Mereka yang mandi pagi tidak pakai sabun---tidak
hafal Pancasila.
Novel Cinta di Dalam Gelask Bab 23 Bahasa Indonesia Ini Telah Selesai.
Bagaimana alur cerita dari novel Cinta di Dalam Gelas Bab 23 ini, Menarik bukan? Teruslah ikuti bagaimana perkembangan alur cerita di setiap Bab novel di situs kami, Dan selalu gratis untuk kamu semua.
Kamu juga dapat membagikan link novel ini kepada kerabat atau teman kamu.
Untuk membaca Novel Cinta di Dalam Gelas bab selanjutnya, Mari ikuti arahan Bab yang ada di bawah ini. Jika ingin membaca novel dengan judul yang berbeda, Kamu dapat mendownload dan menginstal aplikasi novel yang sedang trend saat ini. seperti Wattpad, Webread dan yang lainnya.
Komentar
Posting Komentar