Silahkan Baca Novel Cinta di Dalam Gelas Bab 3 Disini


Novel Cinta di Dalam Gelas bab 3 bahasa indonesia bisa kamu baca dengan gratis di situs novel ini, Novel Cinta di Dalam Gelas menceritakan tentang kisah tugas berat di pundak Ikal. Dia harus membantu Maryamah memenangkan pertandingan catur saat 17 Agustus nanti.

Kamu dapat membaca novel ini hingga selesai, Sama Seperti membaca novel di aplikasi-aplikasi novel yang tersedia sekarang ini. Tunggu apalagi mari Baca Novel Cinta di Dalam Gelask Bab 3 Bahasa Indonesia Sekarang ini. 

Sang Penguasa Pasar

DI MATAKU, ia tampak seperti pemberontak Germania yang takluk diperangi

tentara Praetorian dalam film-film klasik Romawi. Ia terluka. Sabetan machete

melintang di bawah ketiaknya. Luka yang dalam dan panjang membuatnya tak dapat

menegakkan tubuh dengan sempurna.

Jika ia mengangkat wajah, menyorot dua bola mata yang keruh. Alisnya serupa

bulan sabit, tatapannya ingin menelan. Kedua mata itu berbicara lebih lancang

dari mulutnya, namun menyimpan rahasia yang dalam, seperti ada cinta yang juga

terluka, hidup yang tersia- sia, dan dendam yang membara.

Rambutnya gondrong, tebal digulung angin laut beraroma garam, tak dapat lagi

disisir karena telah kaku. Badannya yang besar dan tegap seakan menguasai

seluruh warung. Penampilannya semakin ganjil karena bahunya timpang. Konon

karena ketika kecil ia membanting tulang seperti budak belian di bawah perintah

pamannya yang kejam. Dari pamannya itulah ia mendapat semua

keburukan dalam hidupnya, yang kemudian membawanya menjadi orang

yang paling ditakuti di pasar pagi---termasuk kawasan seputar kantor pegadaian

sampai ke Jalan Sersan Munir. Adapun wilayah depan puskesmas sampai kantor pos

berada di bawah kuasa Daud si muka codet.

Tato penjara, centang-perenang di kedua lengannya. Tato di tangan kanan,

seperti almanak, menampakkan hari-hari agung yang ia lalui di balik kurungan. Yang

terbaru, masih bulan lalu, angka 7 terukir di situ. Pasti ia telah mendekam 7 hari,

berikut nomor pasal yang ia telikung: 170, tak lain pasal soal ketertiban umum.

Setiap orang yang masuk ke warung kopi dan berpapasan dengannya, menjauh.

Yang tak sempat menjauh, menunduk hormat. Yang melihatnya dari jauh berbalik

badan. Yang jauh darinya, tak tahu-menahu apa yang terjadi di warung kopi, karena

mereka jauh.

Ia duduk sendiri. Tak ditemani siapa pun kecuali seekor burung merpati yang

tak henti dielus-elusnya. Jaraknya dariku terpisah tiga meja kopi.

Cinta Di Dalam Gelas Upload By Ferdinand AndreaHirata

Seorang begundal lain masuk ke warung, mengambil posisi dekat meja

kasir. Ia jangkung dan kurus. Matanya jahat. Ia disusul seorang lain yang berbadan

tegap. Berbahu landai dan bertangan panjang macam gorila. Kedua orang itu dan

sang penguasa pasar dengan cermat menempatkan diri pada posisi untuk

mengepungku. Pengunjung warung menyingkir, takut terlibat atau menjadi saksi

dari sebuah huru-hara. Aku mulai merasa, mengapa begitu bodohnya aku sampai

berurusan dengan kaum bramacorah ini.

Dari ketiganya, aku hanya kenal orang yang terakhir masuk ke warung.

Benu, namanya. Ia mantan kuli pelabuhan yang menjadi petinju kelas bantam. Di

gelanggang kota madya, aku pernah melihat keganasannya. Karena kepalanya

terlalu sering kena tumbuk, Benu menjadi tuli, gagap, dan sedikit gila. Tapi,

pukulannya sendiri, jangan sembarang. Beras

200 kilogram digantung bergoyang seperti penyanyi dangdut jika dihantamnya.

Orang-orang memperhatikanku. Siapa pun membayangkan pasti sebentar lagi

terjadi keributan. Hiruk pikuk pasar pagi terjebak di dalam satu sekat waktu

yang berdetak melambat. Aku menaksir situasi, ke arah mana akan kabur

menyelamatkan diri.

Sang penguasa pasar menatapku. Terus terang aku takut. Tiba-tiba ia

menghempaskan gelas kopinya lalu bangkit, dan aku terkejut tak kepalang, karena

seketika itu pula hancurlah seluruh kesan seram tentang dirinya. Sebab tubuhnya

hanya sedikit lebih tinggi dari meja kopi. Pasti hanya sekitar 90 sentimeter saja.

Ketika duduk ia memang tampak sangat bes ar. Sekarang aku paham mengapa orangorang menjulukinya Preman Cebol!

Ia berjalan terseok-seok menghampiriku. Senyumnya lebar, ramah, dan senang

sekali. Matanya yang tadi seram menjadi sangat jenaka jika ia tersenyum. Ia telah

menguasai seni menakuti orang. Dikeluarkannya sebuah amplop dari saku celana

rombeng gaya koboinya.

“Boi, tolong sampaikan ini pada Detektif M. Nur.”

Lalu ia berbisik.

“Bilang padanya, Ratna Mutu Manikam manis, pintar, dan baik-baik saja. Bilang

juga, operasi belalang sembah telah berlangsung. Diagram catur Matarom ada di tanganku!”

Adapun di situ, nun di situ, Ratna Mutu Manikam, burung merpati yang bermata

genit itu, menggerung-gerung riang karena dipuja-puji tuannya.

Novel Cinta di Dalam Gelask Bab 3 Bahasa Indonesia Ini Telah Selesai.

Bagaimana alur cerita dari novel Cinta di Dalam Gelas Bab 3 ini, Menarik bukan? Teruslah ikuti bagaimana perkembangan alur cerita di setiap Bab novel di situs kami, Dan selalu gratis untuk kamu semua. 

Kamu juga dapat membagikan link novel ini kepada kerabat atau teman kamu.

Untuk membaca Novel Cinta di Dalam Gelas bab selanjutnya, Mari ikuti arahan Bab yang ada di bawah ini. Jika ingin membaca novel dengan judul yang berbeda, Kamu dapat mendownload dan menginstal aplikasi novel yang sedang trend saat ini. seperti Wattpad, Webread dan yang lainnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Silahkan Baca Novel Cinta di Dalam Gelas Bab 27 Disini

Silahkan Baca Novel Cinta di Dalam Gelas Bab 9 Disini

Silahkan Baca Novel Cinta di Dalam Gelas Bab 33 Disini