Silahkan Baca Novel Cinta di Dalam Gelas Bab 18 Disini
Novel Cinta di Dalam Gelas bab 18 bahasa indonesia bisa kamu baca dengan gratis di situs novel ini, Novel Cinta di Dalam Gelas menceritakan tentang kisah tugas berat di pundak Ikal. Dia harus membantu Maryamah memenangkan pertandingan catur saat 17 Agustus nanti.
Kamu dapat membaca novel ini hingga selesai, Sama Seperti membaca novel di aplikasi-aplikasi novel yang tersedia sekarang ini. Tunggu apalagi mari Baca Novel Cinta di Dalam Gelask Bab 18 Bahasa Indonesia Sekarang ini.
Syalimah
DI TENGAH kegemparan seisi kampung membicarakan dirinya, di rumahnya yang
tak ubahnya sebuah gubuk, terpencil nun di tepi kampung yang berbatasan
dengan hutan, Maryamah tenggelam dalam kesedihan.
Melalui pintu kamar yang terbuka, ia menatap ibunya yang terbaring lemah di
atas tempat tidur. Salah satu yang paling ia sesali dari kehancuran rumah tangganya
adalah karena ia merasa persoalan itu telah membebani pikiran ibunya meski
ibunya berulang kali mengatakan bahwa jodoh tak ubahnya umur, bisa panjang bisa
pula pendek. Ibunya selalu mengatakan begitu demi membesarkan hati Maryamah.
Namun, Maryamah tetap saja menyesal. Ia merasa ibunya yang renta tak
sepatutnya melihat perkawinannya yang menyedihkan dan perlakuan suaminya
yang buruk padanya. Maryamah telah mengalami kesulitan sejak kecil dan selalu
berhasil mengatasinya. Ia telah menikahkan seluruh adiknya dan berusaha memberikan
yang terbaik untuk setiap orang dalam keluarganya. Namun, cinta adalah sesuatu yang
tak pernah bisa ia menangkan.
Seperti Syalimah yang hanya pernah dekat dengan seorang lelaki, jatuh cinta
untuk pertama kali, dan menikah dengannya, lalu terpisah karena ditinggal mati,
Maryamah pun tak mengenal banyak cinta. Waktu Matarom datang pada ibunya
untuk melamar, kedua anak- beranak itu menganggap semua lelaki sebaik
Zamzami. Syalimah dan Maryamah adalah perempuan-perempuan lugu, dengan
cinta yang juga lugu. Mereka tak tahu bahwa cinta dewasa ini tak seperti dulu lagi.
Cinta dewasa ini dapat menjadi kejam tak terperi. Mereka tak tahu, lelaki penyayang
seperti Zamzami sudah susah dicari.
Minggu lalu ketika Maryamah sedang berbelanja di pasar, ia terkejut
mendengar namanya dipanggil. Ia menoleh. Seorang pria tergopoh-gopoh
mengejarnya sambil menggandeng anak-anaknya yang tak bisa diam. Kedua anak itu,
lelaki dan perempuan, saling berebut mainan. Lelaki itu menyandang tas belanjaan,
memegangi tali dua balon gas, dan harus pula memegangi tangan kedua anaknya yang
terus-menerus memberontak. Ia sampai di depan Maryamah. Terengah-engah.
“Aih, masih ingatkah padaku?”
Cinta Di Dalam Gelas Upload By Ferdinand AndreaHirata
Maryamah mengamatinya baik-baik.
“Siapa Pak Cik, ni?”
Lelaki itu tersenyum.
“Mother, father, son, daughter? Ingat?” kata lelaki itu. Maryamah menutup mulutnya
karena takjub. Ia teringat akan pelajaran bahasa Inggris waktu SD dulu. Itulah
pelajaran terakhirnya di kelas ketika pamannya datang ke sekolah untuk
mengabarkan kematian ayahnya.
“Ilham?”
Lelaki itu mengangguk. Maryamah terpana. ilham mengenalkan anak-anaknya.
Anak- anak itu tak peduli. Tak lama kemudian datang seorang wanita. Kedua
anak tadi menghambur ke arah wanita itu. Ilham mengenalkan wanita itu sebagai
istrinya. Mereka berbincang-bincang, kemudian keluarga itu berlalu.
Maryamah memandangi Ilham sampai jauh. Ia tersenyum melihatnya memegang
tali balon gas mainan anak-anaknya. Ia menyingkir ke samping warung sayur, ke
tempat yang tak ada siapa-siapa. Ia malu dilihat orang karena ia menangis. Ia menangis
sampai sesenggukan. Setelah berpuluh tahun berlalu, baru sekarang ia mengerti
mengapa ketika masih kecil dulu, setiap kali berada di dekat Ilham, hatinya senang
dengan cara yang tak dapat ia jelaskan. Baru sekarang ia mengerti bahwa itu adalah
cinta.
Beberapa hari kemudian, Syalimah meminta pada Maryamah agar mengajaknya
melihat bendungan. Maryamah menggandeng ibunya. Kedua anak-beranak itu berjalan
pelan menuju bendungan yang tak jauh dari rumah mereka. Syalimah bercerita pada
Maryamah bahwa ketika mudah dulu ia sering ke bendungan itu dengan Zamzami,
dan pagi hari sebelum meninggal, suaminya itu masih sempat memboncengkannya
naik sepeda untuk melihat bendungan.
Esoknya, masih pagi, Maryamah melihat ibunya berusaha bangun dari tempat
tidur. Ibunya menanggar air, lalu menyeduh kopi di dalam gelas. Gelas yang dulu
selalu dipakai oleh Zamzami. Gelas kopi itu lalu diletakkan ibunya di atas meja di
tempat ayahnya selalu minum kopi. Syalimah kembali ke tempat tidur. Siang itu ketika
Maryamah membangunkan ibunya untuk disuapi makan, Syalimah tak bergerak.
Perempuan yang setia itu telah meninggal dunia.
Maryamah menangis tersedu-sedan di samping jasad ibunya; ibu yang ia sayangi
karena seribu alasan. Syalimah adalah seorang ibu yang telah berjuang sepanjang
hidupnya. Seperti janjinya, sampai ajal menjemput, Syalimah hanya memberikan
cintanya untuk seorang lelaki saja. Cinta pertama yang dibawanya sampai mati.
Syalimah dimakamkan di samping pusara Zamzami.
Novel Cinta di Dalam Gelask Bab 18 Bahasa Indonesia Ini Telah Selesai.
Bagaimana alur cerita dari novel Cinta di Dalam Gelas Bab 18 ini, Menarik bukan? Teruslah ikuti bagaimana perkembangan alur cerita di setiap Bab novel di situs kami, Dan selalu gratis untuk kamu semua.
Kamu juga dapat membagikan link novel ini kepada kerabat atau teman kamu.
Untuk membaca Novel Cinta di Dalam Gelas bab selanjutnya, Mari ikuti arahan Bab yang ada di bawah ini. Jika ingin membaca novel dengan judul yang berbeda, Kamu dapat mendownload dan menginstal aplikasi novel yang sedang trend saat ini. seperti Wattpad, Webread dan yang lainnya.
Komentar
Posting Komentar