Silahkan Baca Novel Cinta di Dalam Gelas Bab 16 Disini


Novel Cinta di Dalam Gelas bab 16 bahasa indonesia bisa kamu baca dengan gratis di situs novel ini, Novel Cinta di Dalam Gelas menceritakan tentang kisah tugas berat di pundak Ikal. Dia harus membantu Maryamah memenangkan pertandingan catur saat 17 Agustus nanti.

Kamu dapat membaca novel ini hingga selesai, Sama Seperti membaca novel di aplikasi-aplikasi novel yang tersedia sekarang ini. Tunggu apalagi mari Baca Novel Cinta di Dalam Gelask Bab 16 Bahasa Indonesia Sekarang ini. 

Cape Diem

KULAPORKAN diagram pertandingan spektakuler antara Maryamah melawan

Alvin dan Grand Master Nochka. Sinuhun catur yang humoris itu gembira. Di ujung

pembicaraan ia memberi evaluasi tentang Maryamah dengan dua kata yang singkat

saja: punya harapan.

Selanjutnya, Grand Master mulai mengajari Maryamah teknik-teknik sederhana

yang ia sebut sebagai dasar pertahanan, serangan, pembelaan, dan pembebasan.

Diagram-diagram darinya dilatihkan oleh Maryamah dan sparing partner-nya, Alvin and

the Chipmunks. Namun, seiring dengan euforia pelajaran catur jarak jauh itu, aku

makin cemas soal pendaftaran Maryamah.

Kampung kami adalah kampung lelaki. Tradisi kami amat patriarkat. Tak

pernah sebelumnya ada perempuan main catur, apalagi bertanding melawan lelaki.

Perempuan, dalam kaitannya dengan catur, hanya menghidangkan kopi saat suami

main catur bersama kawan-kawannya, lalu tak bisa tidur karena mereka tertawa

terbahak-bahak mengejek yang kalah. Akhirnya, dengan kepala pening di tengah

malam, membereskan meja yang berantakan. Begitu saja. Perempuan tak

berurusan dengan soal sekak stir. Tahu-tahu Maryamah muncul ingin menantang

pria-pria itu?

Tak perlu jauh-jauh aku melihat penentang masyarakat akan rencana

Maryamah, melihat sikap pamanku sendiri, aku berkecil hati.

“Kutengok di televisi, lelaki berbaju macam perempuan, perempuan

bertingkah macam laki-laki. Rupanya tabiat macam itulah yang disenangi orang sekarang

ini!”

Omelan itu lalu merembet-rembet, Midah kena.

“Mencuci gelas saja kau tak becus! Bagaimana suruh hal lain yang lebih

penting? Beh obo deh odoh, itulah dirimu, bodoh! Menantu Muhlas namanya Sami un,

mencuci gelas hanya

ilmu katun!”

Cinta Di Dalam Gelas Upload By Ferdinand AndreaHirata

Adalah hal yang tak mungkin Midah tak benar mencuci gelas. Namun,

hebatnya Paman, did alam marah masih sempat-sempatnya ia berpantun. Ilmu katun,

maksudnya ilmu yang otomatis dikuasai orang tanpa harus sekolah. Direndahkan begitu,

Midah membela diri.

“Aku ….”

“A, a, a! begitu selalu kalau diberi tahu. Tugas saya adalah memarahimu! Dan

tugasmu adalah dimarahi oleh saya! Mendengarkah kau itu, Dot?”

Midah selalu dipanggil paman, Midot.

“Mendengar, Pamanda.”

Sehubungan dengan pembagian tugas memarahi, dalam keadaan tertentu,

adakalanya Paman bertanya: siapa yang berhak memarahi? Kami harus menunjuk

padanya. Pertanyaan berikutnya: siapa yang berhak dimarahi? Kami harus

menunjukkan tangan kami sendiri tinggi-tinggi. Kemudian, Hasanah kena. Rustam

tertunduk takut karena ia sudah hafal urutannya, setelah Hasanah kena semprot,

pasti sebentar lagi gilirannya

“Not!”

Bagi paman, Hasanah adalah Hasanot.

“Mengapa rupamu seperti dilanda angin putting beliung begitu? Kita ini berada

dalam usaha keramahtamahan! Penampilan sangat penting! Apa itu istilahnya … ah, apa

itu …,” paman berusaha mengingat-ingat.

“Hhmm, iya, ada istilahnya dalam bahasa Inggris, hmm … bisnis hospital!”

Rustam mengangkat wajahnya, lalu menoleh padaku, lalu pada Paman.

“Maksud Pamanda, bisnis rumah sakit, Puskemas?” Rustam cari penyakit. Maksud

paman tentu bisnis hospitality.

“Apa katamu, Tam? Caramu bicara, saya tidak suka! Caramu bicara seakan-akan

saya

tidak sekolah tinggi!”

Padahal memang tidak.

“Caramu bicara, seakan-akan saya bukan orang kaya!”

Padahal memang tidak.

“Kau mau mengajari buaya berenang, ya? Walaupun kau sekolah sampai

tingkat

sarjana muda ….”

Padahal SD pun Rustam tak pernah.

“Saya tetap lebih pintar darimu! Pokoknya dalam bahasa Inggris mirip-mirip

macam

itulah. Jangan kau sok tahu padaku, awas!”

Rustam tak berkutik. Paman bertambah gusar.

“Mau dibawa ke mana negara ini? Bawahan sudah berani sama atasan.

Perempuan berani melawan lelaki. Satu patah kita, dua patah mereka. Kita belum

selesai bicara, merak berani potong. Tak ada rasa hormat! Persamaan hak? Tak ada

itu! Laki-laki lebih berhak! Mendengarkah telinga kalian itu?

Lalu kata-kata sampah berhamburan dari mulutnya. Midah, Hasanah, dan

Rustam tak belajar sama sekali dari pengalaman bahwa jangan sekali-kali memotong

bicara Paman, apalagi kalau ia sedang marah. Baiknya diam saja.

Maka, hanya kau sendiri yang selamat dari amukan Paman pagi itu. Ketiga

kolegaku babak belur menjadi bulan-bulanan Paman. Telinga mereka sampai

merah. Aku selamat karena menerapkan satu kebijakan yang hebat. Kebijakan itu

adalah semacam prinsip atau mungkin lebih tepatnya filosofi dari bahasa Latin yang

penuh inspirasi. Demikian inspiratif

sehingga banyak sekali dipakai para sastrawan. Kata-kata itu adalah carpe diem: diam itu

emas!

Novel Cinta di Dalam Gelask Bab 16 Bahasa Indonesia Ini Telah Selesai.

Bagaimana alur cerita dari novel Cinta di Dalam Gelas Bab 16 ini, Menarik bukan? Teruslah ikuti bagaimana perkembangan alur cerita di setiap Bab novel di situs kami, Dan selalu gratis untuk kamu semua. 

Kamu juga dapat membagikan link novel ini kepada kerabat atau teman kamu.

Untuk membaca Novel Cinta di Dalam Gelas bab selanjutnya, Mari ikuti arahan Bab yang ada di bawah ini. Jika ingin membaca novel dengan judul yang berbeda, Kamu dapat mendownload dan menginstal aplikasi novel yang sedang trend saat ini. seperti Wattpad, Webread dan yang lainnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Silahkan Baca Novel Cinta di Dalam Gelas Bab 27 Disini

Silahkan Baca Novel Cinta di Dalam Gelas Bab 9 Disini

Silahkan Baca Novel Cinta di Dalam Gelas Bab 33 Disini