Silahkan Baca Novel Cinta di Dalam Gelas Bab 15 Disini
Novel Cinta di Dalam Gelas bab 15 bahasa indonesia bisa kamu baca dengan gratis di situs novel ini, Novel Cinta di Dalam Gelas menceritakan tentang kisah tugas berat di pundak Ikal. Dia harus membantu Maryamah memenangkan pertandingan catur saat 17 Agustus nanti.
Kamu dapat membaca novel ini hingga selesai, Sama Seperti membaca novel di aplikasi-aplikasi novel yang tersedia sekarang ini. Tunggu apalagi mari Baca Novel Cinta di Dalam Gelask Bab 15 Bahasa Indonesia Sekarang ini.
Alvin and the Chipmunks
SEBULAN berlalu sejak pertama kali Maryamah bisa menggerakkan buah catur, kami
telah berlatih untuk game ke-658. Artinya, Maryamah telah berlatih sebanyak 658 papan,
alias 658 pertandingan. Hanya itu yang bisa kukatakan untuk menggambarkan
kekuatan mental perempuan itu dalam belajar. Filosofi belajarnya, “menantang semua
ketidakmungkinan”, termanifestasi menjadi ideologi yang sangat jelas baginya dalam
menguasai sesuatu. Ia tak pernah gamang, tak pernah tanggung-tanggung. Keadaan
ini membuatku berpikir bahwa ideologi adalah sesuatu yang diperlukan dalam belajar,
lebih dari sebuah otoritas. Sementara itu, aku, yang selalu merasa lelah setelah belajar
satu jam, patut merasa malu.
Maryamah mencoba, gagal, dan mencoba lagi. Dia tak pernah jemu.
Ketekunannya mengagumkan. Skor kami adalah aku: 658, Maryamah: 0. Game
berikutnya, aku bersiul-siul dan mohon diri sebentar ke dapur untuk menyeduh kopi.
Ketika aku kembali, hampir tumpah kopi di tanganku, lantaran kaget melihat
seekor mahkluk asing yang bernama luncus telah bertengger di sisi rajaku. Tak pernah
kutahu dari mana datangnya. Kupandangi perempuan pendulang timah itu. Ia
menunduk lalu mengangkat wajahnya dan tampak berusaha serendah hati mungkin
waktu berkata,
“Sekak mat, Boi.”
Sejak itu dunia berbalik. Tak pernah sekali pun lagi aku menang melawannya.
Benar ucapan Grand Master Ninochka Stronovsky tempo hari. Sekali Maryamah
menemukan cara untuk melindungi perwira-perwiranya, ia akan sangat susah
dikalahkan, dan kian hari, ia kian kuat. Kata Nochka, aku perlu mencarikan Maryamah
lawan tanding lain yang lebih pandai.
Bagiku, tak susah mencari lawan sesuai gambaran Nochka itu. Aku kenal
seorang pecatur hebat. Aku sendiri tak pernah menang melawan orang itu. Dia adalah
keponakanku sendiri, Alvin. Alvin yang nakal, kerap kugoda dengan panggilan
karakter
kartu
n kesayangannya, Alvin and the Chipmunks.
Cinta Di Dalam Gelas Upload By Ferdinand AndreaHirata
Alvin baru mau bertanding setelah kusogok permen lolipop sepuluh tangkai.
Sambil menggandeng tanganku, sepanjang jalan mulutnya merepet saja, tentang ia
baru diangkat menjadi ketua kelas lalu dipecat lagi oleh gurunya karena nakal
melebihi murid lainnya, yang seharusnya ia kendalikan, juga tentang keheranannya
mengapa perempuan main catur. Lalu, ia menyombongkan diri bahwa ia juara catur di
sekolahnya. Bahkan, anak-anak kelas enam habis dilibasnya. Diingatkannya pula bahwa
aku tak pernah menang melawannya. Katanya, ia juga telah mengalahkan gurunya di
sekolah. Sesumbarnya minta ampun.
“Maaf, ya, Pak Cik, aku ini juara bertahan. Melawan ibu-ibu macam Mak
Cik
Maryamah? Maaf, ya, dua belas langkah saja Mak Cik kuberi,
cincai.”
Lalu disebutkannya tuntutannya jika nanti ia menang dan tuntutannya itu,
dengan sangat cermat, lengkap dengan nomor urut, telah ia tulis di dalam selembar
kertas, beserta ancaman-ancamannya jika kau tak memenuhi tuntutannya itu.
Banyak orang pintar berpendapat, generasi seperti Alvin ini menjadi begitu
mencemaskan karena pengaruh televisi. Bisa jadi. Alvin adalah anak Melayu model
baru. Masa kecil kami dulu tak pernah begitu dengan orang tua. Alvin sudah menjadi
kapitalis sejak masih hijau.
Kulirik kertas itu. Bermacam-macam nama permen berderet disana. Kulihat
permen telur cecak di nomor urut pertama. Ada pula baterai, lengkap dengan ukuran
voltase untuk mobil-mobilannya, buku-buku komik. Dan sebagainya. Katanya, kalau aku
belum punya uang untuk semua tuntutannya itu, maka yang belum dapat kupenuhi
akan dianggapnya sebagai utang. Namun, apa pun yang terjadi, permen telur cecak itu
harus dipenuhi lebih dulu.
“Aku tak mau tahu, Pak Cik, kalau perlu Pak Cik menggadaikan sepeda.”
Alvin memaksaku untuk memperlihatkan padanya berapa jumlah uangku
agar ia merasa tuntutannya mendapat semacam asuransi. Kukeluarkan uang dari saku.
Kebetulan aku baru mendapat upah dari Paman. Lebarlah senyumnya.
Kuingatkan Alvin agar nanti saat bertanding jangan ngoceh sana-sini. Jika
Maryamah kalah, jangan mengejeknya seperti sering ia perbuat padaku. Yang paling
penting, jangan panjang mulut pada siapa pun bahwa ia telah bermain catur melawan
Mak Cik Maryamah.
Kami tiba. Maryamah berdiri dengan anggun di muka pintu demi menyambut
tamu seorang pecatur hebat. Ia seperti akan menerima kontingen PON. Ia telah
menyiapkan segalanya: papan catur dan segelas kopi yang mengepul untuk seorang
lawan yang terhormat. Ketika kami tiba, ia heran.
“Mana pecatur itu, Boi?”
Aku menunjuk Alvin. Alvin tersenyum simpul. Maryamah terpana dan
bimbang. Kukatakan agar jangan sembarangan sama Alvin, dia itu keponakanku yang
sangat pintar dan
aku tak pernah menang main catur
dengannya.
“Anak-anak kelas enam pun habis dibabatnya.”
Senyum Alvin makin tersimpul-simpul. Ia menatap Maryamah dengan
pandangan yang aneh. Satu pandangan meremehkan yang bercampur satu niat
tersembunyi dan bercampur lagi dengan hitung-hitungan. Kuduga niatnya itu adalah
dengan cara apa ia bisa memojokkan Maryamah pada pilihan yang sulit sehingga
seluruh kejadian ini dapat dialihkannya menjadi keuntungan di pihaknya, yaitu agar
mendapatkan sebanyak mungkin permen telur cecak, baik dariku maupun dari
Maryamah. Jika perlu, tanpa kami tahu satu sama lain. Alvin adalah perencana fait
accompli tingkat mahir. Maryamah masih tertegun, bingung macam madu kena asap.
Ia baru bergerak setelah kuminta agar mengganti kopi di atas meja dengan susu.
Alvin duduk di depan papan catur dengan penuh percaya diri. Dihirupnya susu
panas. Usai sehirup, bibirnya menghirup udara, macam ekspresi orang dewasa
merasakan nikmat kopi. Sungguh menyebalkan. Permainan pun dimulai. Langkah silih
berganti. Meskipun tadi telah berjanji, mulut Alvin tak berhenti ngoceh. Sesekali ia
meremehkan langkah Maryamah.
Maryamah tak terpengaruh akan sikap amatir Alvin. Dia berkonsentrasi
penuh ke papan catur. Alvin menggerakkan buah catur dengan cepat karena ia merasa
telah menguasai keadaan. Tampaknya ia yakin dapat menaklukkan Maryamah dalam
dua belas langkah, seperti sesumbarnya. Senyum tengiknya tersungging-sungging. Tak
lama kemudian, tak tahu bagaimana kejadiannya, karena sangat cepat, sekonyongkonyong Maryamah berkata, “Sekak mat.”
private-ebook.blogspot.com
Alvin terperanjat. Ia berdiri dari tempat duduk dan tak percaya dengan
matanya sendiri melihat rajanya tak bernapas kena cekik seekor luncus. Ia memelototi
luncus itu, lalu mengalihkan pandangan padaku seperti minta dibela. Permen
lolipop menggantung di mulutnya. Mukanya merah, matanya juga, lalu tak ada angin
tak ada hujan meledaklah tangis.
Keadaan menjadi kacau. Berandalan cilik itu tak sanggup menerima kenyataan
bahwa ia telah dilipat Maryamah, dan secara sangat mendadak. Ia tampak sangat
tersinggung dan malu dengan sesumbarnya tadi, sekaligus tak rela permen telur
cecak meluncur dari tangannya.
Kubujuk Alvin, kunasihati dia dengan nasihat standar untuk orang kalah, bahwa
kalah adalah biasa dalam pertandingan; bahwa, ah aku selalu benci nasihat ini,
kekalahan adalah kemenangan yang tertunda. Padahal sebenarnya, kekalahan adalah
kebodohan yang dipelihara. Alvin tak terima. Ia tersedu sedan. Tangisnya baru reda ketika
Maryamah meminuminya susu. Kutanyakan padanya apakah ia
mau melanjutkan pertandingan untuk menebus
kekalahannya, Alvin and the Chipmunks minta pulang
Novel Cinta di Dalam Gelask Bab 15 Bahasa Indonesia Ini Telah Selesai.
Bagaimana alur cerita dari novel Cinta di Dalam Gelas Bab 15 ini, Menarik bukan? Teruslah ikuti bagaimana perkembangan alur cerita di setiap Bab novel di situs kami, Dan selalu gratis untuk kamu semua.
Kamu juga dapat membagikan link novel ini kepada kerabat atau teman kamu.
Untuk membaca Novel Cinta di Dalam Gelas bab selanjutnya, Mari ikuti arahan Bab yang ada di bawah ini. Jika ingin membaca novel dengan judul yang berbeda, Kamu dapat mendownload dan menginstal aplikasi novel yang sedang trend saat ini. seperti Wattpad, Webread dan yang lainnya.
Komentar
Posting Komentar