Silahkan Baca Novel Cinta di Dalam Gelas Bab 14 Disini


Novel Cinta di Dalam Gelas bab 14 bahasa indonesia bisa kamu baca dengan gratis di situs novel ini, Novel Cinta di Dalam Gelas menceritakan tentang kisah tugas berat di pundak Ikal. Dia harus membantu Maryamah memenangkan pertandingan catur saat 17 Agustus nanti.

Kamu dapat membaca novel ini hingga selesai, Sama Seperti membaca novel di aplikasi-aplikasi novel yang tersedia sekarang ini. Tunggu apalagi mari Baca Novel Cinta di Dalam Gelask Bab 14 Bahasa Indonesia Sekarang ini. 

Kopi Berdasarkan Cara Memegang

Gelas

SEPERTI musim, hati Sersan Kepala Zainuddin sedang kemarau. Kepala polisi itu

dongkol benar lantaran persis seperti musim pula maling sepeda kambuh lagi.

Tahun lalu Sersan Kepala tak berhasil membongkar kasus serupa dan masyarakat

terang-terangan mengeluh padanya. Pencuri itu sangat lihai. Sersan Kepala bahkan

telah minta bantuan Detektif M. Nur, tapi tetap tak bisa membekuk pencuri itu.

Sepeda yang hilang sebenarnya tak banyak, paling hanya 3 atau 4 ekor, tapi itu

sudah merupakan skandal besar bagi kampung kami yang kecil. Lebih besar dari

skandal seorang politisi yang memalsukan ijazah dan mengaku pernah naik haji tempo

hari. Usut punya usut, ijazahnya dibuat oleh tukang pelat nomor sepeda motor, dan ia

bahkan seumur hidupnya tak pernah naik pesawat.

Semalam satu sepeda hilang lagi dari lapangan parkir MPB (Markas Pertemuan

Buruh) waktu maskapai timah memutar film untuk kaum kuli. Pemilik sepeda

adalah Muhairi, seorang pria berusia 45 tahun dan belum kawin. Kenyataan bahwa

lelaki itu seorang bujang lapuk, bahkan belum pernah pacaran---selalu kukatakan,

bahwa hidup ini mengerikan kadang-kadang---dan sepeda itu merupakan hartanya

yang paling berharga, warisan bapak tirinya pula, membuat hati Sersan Kepala semakin

terluka.

Sersan Kepala adalah polisi yang jujur dan disayangi warga. Ia orang Melayu dan

pada dasarnya susah menemukan orang Melayu yang mau menjadi polisi atau tentara.

Tak tahu apa sebabnya. Perkara sepeda ini membuat kepala Sersan Kepala pening dan

penyakit ambeiennya makin parah. Padahal ia sudah mau pensiun dan pada majelis

warung kopi yang budiman ia selalu mengatakan bahwa ia ingin pensiun dengan

tenang dan meninggalkan kantor polisi

bersama reputasinya yang harum. Lalu, katanya selalu, ia ingin segera membuka

warung kopi.

Cinta Di Dalam Gelas Upload By Ferdinand AndreaHirata

Jika sudah bicara soal rencana membuka warung kopi itu, berjam-jam ia tak

berhenti, sampai mau muntah saking bosan mendengarnya. Ia bicara tentang nama

warung kopinya, jumlah pelayannya, dan lokasinya. Ia bicara tentang bagaimana

akan lapang hatinya karena nongkrong berlama-lama sambil main catur dan minum

kopi di warungnya sendiri. Ia tak peduli telah menceritakan hal itu pada orang

yang sama berpuluh-puluh kali. Membuka warung kopi adalah resolusi hidupnya.

Sersan Kepala sering minta saran padaku untuk nama warung kopinya.

Setiap kusampaikan usulku, matanya berbinar-binar. Dari sekian banyak nama, dia suka

dua: Warung Kopi Tiga Tuntutan Rakyat atau Warung Kopi Sayangku Manisku. Kedua

nama itu sangat merakyat, mengandung misteri, dan romantis, katanya. Konon dia

akan memanjatkan doa kepada Gusti Allah agar diberi ketetapan hati untuk memilih

salah satu dari dua nama yang membuatnya bimbang itu.

Di lain kesempatan, Sersan Kepala bicara.

“Tak pernah pula kutembakkan sejak benda ini dipercayakan padaku. Bahkan,

aku sudah lupa cara menembak.” Kancing besi di sarung pistol tampak karatan karena pistol

itu tak pernah dikeluarkan dari sarungnya.

Sersan Kepala masuk ke warung kopi. Sebagaimana biasa, ia didampingi oleh anak

buahnya, semacam ajudan. Namun, tidak seperti ajudan biasa yang membawa koper

atau map, ajudan itu membawa bantal khusus yang bolong di tengahnya sehingga jika

Sersan Kepala duduk, satu lokasi yang agung di bagian bawah tubuhnya, tidak

menyentuh bangku. Ambeien memang keterlaluan.

“Kopi pahit, Boi!” perintah Sersan Kepala. Aku telah hafal pesanannya.

Sersan kepala sebenarnya telah mengawasi tiga maling paling pokok di kampung

kami: Mursyiddin, Maskur, dan Muhlasin. Muhlasin adalah pendatang baru

dalam dunia percolongan, namun ia paling kreatif ketimbang dua seniornya itu.

Muhlasin berpembawaan manis, santun gerak lakunya, dan pintar bicara. Namanya

pun seperti nama musala, tapi kelakuannya macam iblis.

Kasus terakhir Muhlasin adalah nyolong ayam. Waktu ditanyai sersan, ia

bersikukuh bahwa ayam-ayam itu datang sendiri ke rumahnya pada pukul dua

malam. Dengan wajah beloon tapi serius ia berkilah bahwa ia tak pernah mengundang

ayam-ayam itu. Seandainya ajudan tidak menemukan bahwa kunjungan ayam ke

rumah Muhlasin telah beberapa kali terjadi, Sersan Kepala hampir saja percaya pada

alasan Muhlasin. Akhirnya, Muhlasin kena

kurung sebulan lalu kena wajib lapor setiap Senin

pagi.

Cinta Di Dalam Gelas Upload By Ferdinand AndreaHirata

Dalam perkara sepeda ini, Sersan Kepala menemui jalan buntu. Ketiga orang itu

telah ia selidik, tapi masing-masing punya alibi yang kuat. Muhlasin mengatakan

pada Sersan Kepala bahwa ia telah insaf. Sersan Kepala percaya. Ia sampai mengusapusap pundak maling kecil itu.

Waktu Sersan Kepala dan ajudan masuk ke warung kopi tadi, ketiga

bramacorah itu sudah ada di dalam. Mursyiddin dan Maskur gelisah. Muhlasin tenang

saja, buat apa gelisah, kalau tidak berbuat. Sersan Kepala tak memedulikan mereka

dan mulai membual soal rencananya membuka warung kopi pada orang-orang

Tionghoa dan orang-orang Sawang sahabatnya. Sementara itu, aku mengamati tiga

sekawan itu.

Kulihat cara mereka memegang gelas. Meskipun tampak paling tenang, aku

langsung tahu bahwa Muhlasinlah yang semalam meraup sepeda yang bukan haknya

dari pelataran parkit MPB. Namun, aku tak boleh berpanjang mulut padanya sebab

teori menilai orang dari caranya memegang gelas kopi sama sekali tak bisa

dipertanggungjawabkan. Cara itu adalah rahasia antara aku, gelas kopi, pengalaman,

dan Gusti Allah. Satu rahasia yang kutemukan dari menyajikan ratusan gelas kopi

dari pagi sampai malam. Esoknya Muhlasin kena ciduk karena sepeda yang hilang di

MPB itu ditemukan di belakang rumahnya.

Kepada Sersan Kepala, Muhlasin berkeras bahwa ia tak tahu-menahu bagaimana

sepeda itu bisa berada di pekarangannya. Wajah gembil Sersan Kepala berkerut-kerut

mendengarnya. Ia pening dan bimbang. Apalagi dengan sangat cerdas, sistematis, dan

meyakinkan, Muhlasin berkisah pada Sersan Kepala bahwasannya dewasa ini ada

penyakit aneh yang banyak menyerang lelaki yang terlambat kawin seperti

Muhairi itu, yaitu saking merana hidup mereka, mereka bangun dari tempat tidur

lalu bersepeda dalam keadaan tidur. Dengan cara itulah, kata Muhlasin, mungkin

sepeda itu sampai ke rumahnya.

“Pemiliknya sendiri yang meninggalkan sepeda itu di sana, Pak Cik. Dia pulang

lagi ke

rumahnya, kembali ke dipannya. Semuanya ia lakukan dalam keadaan tidur!”

Sersan mengangguk-angguk takzim dan mengatakan pada Muhlasin bahwa

hal-hal yang berbahaya memang bisa terjadi pada mereka yang terlalu lama hidup

membujang.

Cara memegang gelas kopi tak sesederhana tampaknya, tetapi sesungguhnya

mengandung makna filosofi yang dalam. Mungkin, dari meneliti cara memegang gelas

kopi saja, seseorang yang menekunkan dirinya di bidang ilmu jiwa dapat membuat

sebuah skripsi. Bagiku, warung kopi adalah laboratorium perilaku, dan kopi bak

ensiklopedia yang tebal tentang watak orang. Jika waktu senggang, aku mencatat

pengamatanku dalam buku yang ku beri judul Buku Besar

Peminum Kopi, sungguh sebuah keisengan yang sangat menarik. Aku berbicara dengan

ratusan

peminum kopi, melakukan semacam wawancara dengan cara yang santai, dan tak sabar

kutulis temuan-temuan unikku pada buku itu.

Tempo hari, Mursyiddin dan Maskur memegang gelas kopi dengan

cara mencengkeramnya. Ujung-ujung kelima jarinya menempel di

gelas. Itu berarti mereka gelisah, tapi tak berbuat. Berbeda dengan Muhlasin, ia

menggenggam gelas kopi dan melepaskannya berulang kali. Ia melakukan itu

sebenarnya untuk mengalirkan panas kopi dari telapak tangannya ke dalam hatinya

yang dingin karena merasa bersalah.

Pegangan tangan di bawah gelas kopi menceritakan hal lain, yaitu tentang

kematangan pendirian dan kebijakan bersikap. Semakin ke atas, semakin besar

maknanya. Jemari yang dilingkarkan di bagian bawah gelas pertanda peminum kopi

itu seorang yang memiliki sifat mulia zodiak virgo. Mereka mengidolakan Mahatma

Gandhi dan terinspirasi oleh Nelson Mandela. Mereka adalah pria-pria tenang

yang bisa diandalkan. Merak tampil ke muka sebagai pembela kawan. Namun,

adakalanya mereka diperlakukan tak adil dan menjadi korban konspirasi kantor,

korban salah tangkap, atau korban kesemena-menaan istri pencemburu buta.

Mereka yang memegang gelas kopi dengan ujung jempol dan ujung jari tengah

saja, di bagian tengah gelas, pertanda menderita karena cinta yang bertepuk sebelah

tangan.

Ke atas sedikit, mereka menjepit gelas kopi dengan jari telunjuk dan jari tengah,

kedua jari itu sejajar, lalu pada sisi gelas sebaliknya, dengan jari manis dan

kelingking, adalah satu tindakan bodoh sebab akan membuat gelas tertungging

dan kopi tumpah. Namun, ketidakseimbangan itu mereka tegakkan dengan

ujung jempol. Orang-orang ini ingin aspirasinya didengar dan kemampuannya

diakui. Mereka menuntut persamaan dan adakalanya ingin dibelai-belai.

Perempuan peminum kopi selalu memegang gelas dengan cara seperti itu.

Semakin ke bagian atas gelas, pegangan semacam itu merefleksikan gengsi

dan mengandung makna politis. Itulah gaya anggota DPRD memegang gelas kopi,

karena hanya dengan cara begitu mereka bisa memamerkan cincin batu akik besar

mereka. Adapun mereka

yang memegang gelas kopi di bibir gelas paling atas karena kopinya panas.

Novel Cinta di Dalam Gelask Bab 14 Bahasa Indonesia Ini Telah Selesai.

Bagaimana alur cerita dari novel Cinta di Dalam Gelas Bab 14 ini, Menarik bukan? Teruslah ikuti bagaimana perkembangan alur cerita di setiap Bab novel di situs kami, Dan selalu gratis untuk kamu semua. 

Kamu juga dapat membagikan link novel ini kepada kerabat atau teman kamu.

Untuk membaca Novel Cinta di Dalam Gelas bab selanjutnya, Mari ikuti arahan Bab yang ada di bawah ini. Jika ingin membaca novel dengan judul yang berbeda, Kamu dapat mendownload dan menginstal aplikasi novel yang sedang trend saat ini. seperti Wattpad, Webread dan yang lainnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Silahkan Baca Novel Cinta di Dalam Gelas Bab 27 Disini

Silahkan Baca Novel Cinta di Dalam Gelas Bab 9 Disini

Silahkan Baca Novel Cinta di Dalam Gelas Bab 33 Disini