Silahkan Baca Novel Cinta di Dalam Gelas Bab 12 Disini


Novel Cinta di Dalam Gelas bab 12 bahasa indonesia bisa kamu baca dengan gratis di situs novel ini, Novel Cinta di Dalam Gelas menceritakan tentang kisah tugas berat di pundak Ikal. Dia harus membantu Maryamah memenangkan pertandingan catur saat 17 Agustus nanti.

Kamu dapat membaca novel ini hingga selesai, Sama Seperti membaca novel di aplikasi-aplikasi novel yang tersedia sekarang ini. Tunggu apalagi mari Baca Novel Cinta di Dalam Gelask Bab 12 Bahasa Indonesia Sekarang ini. 

Tulah

JIKA definisi rajin bekerja adalah selalu bekerja, selalu memegang sebuah alat

untuk mengerjakan sesuatu, selalu sibuk mondar-mandir macam cecak mau kawin, atau

tak pernah diam, selalu kreatif mencari peluang ke sana kemari, maka malanglah nasib

orang Melayu. Tenggelamlah mereka dalam stereotip yang telah tercap di kening

mereka bahwa orang Melayu adalah kaum pemalas. Sering kudengar pendapat

semacam itu di mana-mana. Stereotip itu tidak adil, berat sebelah. Orang Melayu di

kampung kami, sejak nenek moyang dulu, hidup sebagai penambang. Mentalitas

penambang amat berbeda dengan petani atau pedagang.

Petani, harus menyiangi lahan, menabur benih, dan dengan telaten

memelihara tanaman sampai panen. Karena itu, mereka selalu tampak memegang alat

dan mengerjakan sesuatu. Pacul dan sabit seperti perpanjangan tangan mereka.

Perangai tanaman yang menuntut perhatian membentuk mereka menjadi tekun.

Kebijakan mereka adalah tak menabur-tak memelihara-tak memanen. Falsafah

bertani membuat para petani menjadi pribadi-pribadi yang penuh perencanaan,

penyabar, dan gemar menabung.

Pedagang, lebih sibuk lagi. Sepanjang waktu mereka berkelahi dengan waktu

sebab harus menjual dengan cepat. Dalam perkelahian itu, adakalanya polisi-polisi

pamong praja naik ke atas ring.

Penambang, hanya perlu menggali apa yang telah ditanam---lebih

tepatnya disembunyikan---oleh Tuhan di bawah tanah. Maka,

hidup kami seperti main petak umpet dengan Tuhan. Kami tidak menabur sehingga

benda itu ada di situ, dan kami tak perlu merawatnya sehingga ia beranak-pinak.

Karena benda itu tersembunyi, perlu waktu lama untuk merenungkan di

mana gerangan ia berada, sedalam apa ia sembunyi, ke mana ia mengalir, dan di

mana mata ayamnya. Mata ayam adalah sebutan untuk sumber mata air timah. Semua

itu direnungkan orang Melayu di warung kopi. Maka, mohonlah maklum bahwa

perlamunan di warungwarung kopi itu merupakan bagian dari pekerjaan

mereka.

Cinta Di Dalam Gelas Upload By Ferdinand AndreaHirata

Namun, ketika aliran timah itu ditemukan, mereka bekerja lima kali lipat lebih

keras dari petani dan tujuh kali lebih keras dari pedagang. Kawan, jangan

kaupusingkan matematika itu. Kami bahkan bekerja lebih dari yang sesungguhnya

kami sanggup. Para penambang berendam di dalam air setinggi dada dengan risiko

ditelan mentah-mentah oleh buaya, berjemur seharian di bawah terik matahari

sampai mencapai empat puluh derajat Celcius, mencangkul sekuat tulang sambil

menduga-duga ke mana timah mengalir.

Jika beruntung, mereka mendapat segenggam timah, setengah kilogram, dan

dijual pada penampung seharga tujuh ribu rupiah. Adakalanya berhari-hari bekerja

dengan cara mengerikan seperti itu, tak mendapat segenggam pun. Lalu, kembalilah

mereka ke warung- warung kopi untuk melamun, untuk mengadukan nasib sesama

penambang, dan melarutkan kepedihan hidup di dalam gelas kopi. Mereka tak selalu

bekerja atau memegang alat untuk bekerja, namun tengoklah, tengoklah itu, sungguh

tak adil mengatai mereka pemalas.

Barangkali karena semuanya sudah ada di bawah tanah, maka penambang tak punya

watak menabung. Kami hanya perlu berpikir-pikir---secara teknis disebut melamun

tadi, di warung kopi---untuk menemukan timah. Maka, padi mendidik orang

menjadi penyabar, timah mendidik orang menjadi pelamun, dan uang mendidik orang

menjadi serakah.

Lantaran banyak melamun, orang Melayu menjadi pintar. Jika timah tak

kunjung ditemukan dan frustrasi, serta tahu bahwa tak baik menyalahkan Tuhan, maka

pemerintahlah yang menjadi sasaran kekesalan. Semua itu menjawab pertanyaan

mengapa warung kopi selalu ramai dan pembicaraan di sana selalu tentang pemerintah

yang tak becus.

“Semua, semua yang kita ketahui dalam hidup kita ini, adalah hasil dari pendidikan!”

Paman

berbunyi.

“Tata cara bertutur kata, bergaul pria-wanita, berbaju, menggaruk kalau

gatal, atau berjoget dangdut, semuanya akibat dari pendidikan. Maka, jika ada yang

tak beres dengan tabiat umat di republik ini, itu adalah tanggung jawab menteri

pendidikan!”

Ia mendelik padaku.

“Mendengarkah kau itu, Boi?”

Sore itu, bolong punggung menteri pendidikan dijelek-jelekkan Paman.

Sebenarnya telah berulang kali kuingatkan Paman agar jangan membawa-bawa

menteri pendidikan. Ia bertanya sebabnya, tak kujawab. Hanya kukatakan bahwa aku

punya firasat buruk.

“Firasat buruk macam mana maksudmu!?”

Kuberi tahu, Kawan, sejak Paman sering menjelek-jelekkan presiden,

kesehatannya memburuk, dan semakin buruk sejak ia mulai mengata-ngatai menteri

pendidikan.

“Rahasia,” kataku

Paman muntab.

“Rahasia? Apa pula ini? Sebutkan, atau aku tak kuupah bulan ini!”

Apa boleh buat.

“Semua itu karena …,” Kudekati telinga Paman, “kualat!”

Paman serta-merta bangkit.

“Na! inilah akibat buruknya pendidikan! Bicara sekehendak hati saja, tidak pakai akal!”

Namun, tak perlu waktu lama, tiga hari setelah Paman menuduh menteri

pendidikan yang tidak-tidak itu, kualat pun berlaku. Ia kena penyakit kandung kemih

yang aneh. Jika tertawa keras, berteriak, atau bersin, selangkangnya ngilu

sehingga setiap kali tertawa, berteriak, atau bersuit dia harus memegangi

selangkangnya untuk menahan sakit. Dari situasi ini, segera kutarik pelajaran moral

nomor 21 bahwa tulah menteri pendidikan lebih tinggi dari

tulah presiden.

Novel Cinta di Dalam Gelask Bab 12 Bahasa Indonesia Ini Telah Selesai.

Bagaimana alur cerita dari novel Cinta di Dalam Gelas Bab 12 ini, Menarik bukan? Teruslah ikuti bagaimana perkembangan alur cerita di setiap Bab novel di situs kami, Dan selalu gratis untuk kamu semua. 

Kamu juga dapat membagikan link novel ini kepada kerabat atau teman kamu.

Untuk membaca Novel Cinta di Dalam Gelas bab selanjutnya, Mari ikuti arahan Bab yang ada di bawah ini. Jika ingin membaca novel dengan judul yang berbeda, Kamu dapat mendownload dan menginstal aplikasi novel yang sedang trend saat ini. seperti Wattpad, Webread dan yang lainnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Silahkan Baca Novel Cinta di Dalam Gelas Bab 27 Disini

Silahkan Baca Novel Cinta di Dalam Gelas Bab 9 Disini

Silahkan Baca Novel Cinta di Dalam Gelas Bab 33 Disini