Silahkan Baca Novel Cinta di Dalam Gelas Bab 11 Disini


Novel Cinta di Dalam Gelas bab 11 bahasa indonesia bisa kamu baca dengan gratis di situs novel ini, Novel Cinta di Dalam Gelas menceritakan tentang kisah tugas berat di pundak Ikal. Dia harus membantu Maryamah memenangkan pertandingan catur saat 17 Agustus nanti.

Kamu dapat membaca novel ini hingga selesai, Sama Seperti membaca novel di aplikasi-aplikasi novel yang tersedia sekarang ini. Tunggu apalagi mari Baca Novel Cinta di Dalam Gelask Bab 11 Bahasa Indonesia Sekarang ini. 

Cangklong

SEBELUM menghubunginya, aku telah membaca berita di internet bahwa di

Helsinki, Ninochka Stronovsky berjaya atas Grand Master Palestina, Nazwa Kahail.

Langsung kukisahkan padanya semua hal tentang Maryamah.

Seperti dulu terjadi padaku, ia mengambil tempo yang lama sebelum

merespons. Kutaksir ia sedang tertawa terpingkal-pingkal.

“Menarik sekali kejadian-kejadian di kampungmu ya?” begitu tanggapan

pertamanya. Dapat kurasakan ia menahan geli pada setiap kata yang diketiknya.

Berurusan dengan para pecatur kelas ayam di kampung kami, yang ingin

bertanding pada peringatan hari kemerdekaan, pasti menjadi hiburan yang amat

menarik baginya, di sela-sela tekanan kejuaraan dunia catur perempuan.

“Ceritamu membuatku rindu ingin backpacking lagi, ingin melihat tempat-tempat

yang jauh dan masyarakat yang unik. Kuharap suatu ketika nanti aku punya

kesempatan untuk berkunjung ke kampungmu.”

“Orang ini memang hanya seorang perempuan penambang, tapi dia cerdas, Noch!”

“Tentu. Aku bersimpati padanya dan senang mendapat murid yang menantang.

Aku

menyesal atas kekalahanmu waktu itu. Tapi, kurasa catur memang bukan bidangmu, Kawan!”

Malam esoknya dalam perjalanan ke rumah Maryamah, aku tertarik melihat orang

berkumpul di warung kopi. Rupanya Matarom sedang membuat semacam ekshibisi.

Ia melawan lima pecatur sekaligus tanpa menggunakan menterinya.

Sejak tiga-empat langkah awal sudah tampak bahwa dia memang pecatur

brilian. Digulungnya semua orang itu dengan teknik Rezim Matarom yang sakti.

Mitoha, ketua klub Di Timoer Matahari sekaligus semacam manajer bagi Matarom,

bangga sekali melihat jagoannya. Usai bertanding, Matarom mengembuskan asap

cangklongnya, bergelung-gelung di langit-langit warung kopi. Kusaksikan semuanya

dengan lutut lemas karena teringat pada

Maryamah. Bagaimana ia akan menghadapi para pecatur lelaki yang berpengalaman

pada

Cinta Di Dalam Gelas Upload By Ferdinand AndreaHirata

kejuaraan nanti? Jangan kata menghadapi Matarom, Maryamah bahkan belum kenal

dengan catur.

Seratus meter menjelang pekarangan rumah Maryamah, aku terhibur oleh

satu kemungkinan bahwa semuanya belum terlambat, yaitu aku bisa saja berbalik dan

melupakan misi yang konyol ini. Namun, aku tak memperlambat sepedaku. Kawan,

mimpi ini terlalu indah untuk dilewatkan.

Waktu aku tiba, Maryamah memang telah menungguku. Kami berbincang

sebentar lalu duduk menghadapi papan catur yang baru kubeli di Tanjong Pandan.

Yang terjadi kemudian lebih gawat dari situasi yang kucemaskan. Maryamah

duduk dengan kaku di seberangku. Buah catur putih di sisinya. Tak sedikit pun ia

berani menyentuhnya.

Aku mengenalkan padanya nama setiap buah catur dan di mana kedudukan

awal mereka. Ia menyimak dengan tegang. Dahinya berkeringat. Pasti tak

sehuruf pun penjelasanku masuk ke dalam kepalanya karena pikirannya tak tahu

sedang berada di mana. Dadanya naik-turun. Ia menatap buah catur satu per

satu dengan nanar seperti jin perempuan salah sajen. Buah-buah catur itu seperti

benda yang menakutkan baginya.

Mulanya aku bingung melihat kelakuannya, tapi kemudian aku paham. Baginya,

catur pastilah representasi Matarom dan seluruh kejadian menggiriskan yang telah

menimpanya. Di depan papan catur itu ia pasti merasa sedang berhadapan dengan

suaminya. Ia tak berani menyentuh buah-buah catur itu.

Kemudian, kulihat matanya berkaca-kaca. Ia menunduk, tafakur. Air

matanya berjatuhan. Aku iba melihat bahunya tang merosot. Sejak berumur 14

tahun, perempuan malang itu telah memanggul beban yang tak terbayangkan

beratnya. Kupandangi lengannya yang besar dan kasar, jemarinya yang hitam,

berkerak, dan kaku, seperti bilah-bilah besi karena bertahun-tahun mendulang

timah. Jari-jemari itu sama sekali tak serasi didekatkan dengan buah catur mainan

kaum menak dan para cerdik cendikia. Perempuan di depanku itu telah dikhianati

nasib, sepanjang hidupnya. Ia terisak-isak. Aku berhenti bicara. Kukemasi papan

catur dan pamit pulang. Pelajaran catur pertama itu berakhir dengan sangat

menyedihkan.

Novel Cinta di Dalam Gelask Bab 11 Bahasa Indonesia Ini Telah Selesai.

Bagaimana alur cerita dari novel Cinta di Dalam Gelas Bab 11 ini, Menarik bukan? Teruslah ikuti bagaimana perkembangan alur cerita di setiap Bab novel di situs kami, Dan selalu gratis untuk kamu semua. 

Kamu juga dapat membagikan link novel ini kepada kerabat atau teman kamu.

Untuk membaca Novel Cinta di Dalam Gelas bab selanjutnya, Mari ikuti arahan Bab yang ada di bawah ini. Jika ingin membaca novel dengan judul yang berbeda, Kamu dapat mendownload dan menginstal aplikasi novel yang sedang trend saat ini. seperti Wattpad, Webread dan yang lainnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Silahkan Baca Novel Cinta di Dalam Gelas Bab 27 Disini

Silahkan Baca Novel Cinta di Dalam Gelas Bab 9 Disini

Silahkan Baca Novel Cinta di Dalam Gelas Bab 33 Disini